Perkembangan anak tidak hanya tentang kenaikan fisik dan kemampuan fungsional, tetapi juga melibatkan sistem sensori sebagai fondasi yang penting. Dokter Spesialis Anak, Lucky Yogasatria, menjelaskan bahwa fondasi sistem saraf pusat yang didukung oleh sensori yang lengkap menjadi kunci utama dalam tumbuh kembang anak. Sensori melibatkan banyak aspek seperti cahaya, suara, aroma, keseimbangan, dan posisi otot.
Sensori dan Perilaku Anak
Permasalahan perilaku seperti sulit fokus atau kemandirian yang rendah sering kali berkaitan dengan stimulasi sensori yang kurang atau terlalu sensitif. Beberapa anak bahkan menjadi sensory seekers, yang sering mencari rangsangan sensorik seperti menggigit-gigit. Eksplorasi sensori juga dapat terlihat dalam kebiasaan makan anak. Ada kasus picky eater yang sebenarnya bukan hanya faktor keturunan, namun juga karena kurangnya variasi makanan yang diperkenalkan.
Eksplorasi Makanan dan Feeding Rules
Menurut dr. Lucky, penting bagi anak untuk diperkenalkan pada berbagai jenis makanan sebelum mereka dapat menerimanya dengan baik. Hal ini dapat mengurangi perilaku picky eater. Selain itu, penting untuk tidak membiarkan anak makan sambil terlalu banyak distraksi seperti menonton televisi. Anak perlu fokus saat makan agar dapat menikmati makanan dan mengembangkan sensori.
Eksplorasi di Alam Terbuka dan Protokol 4C
Saat bermain di alam terbuka, risiko fisik juga perlu diperhatikan oleh orang tua. Lucky menekankan pentingnya penerapan protokol “4C” yaitu calm, clean, disinfect, dan cover. Orang tua perlu tetap tenang dalam menangani luka anak, membersihkannya dengan hati-hati, menggunakan antiseptik yang tepat, serta menutup luka dengan perban atau plester yang steril.
Dengan pemahaman yang lebih dalam mengenai sistem sensori dan peranannya dalam tumbuh kembang anak, orang tua dapat memberikan dukungan yang lebih baik untuk anak-anak dalam menghadapi berbagai tahapan perkembangan mereka.
Sumber: Tumbuh Kembang Anak

