Red Bull Cliff Diving World Series 2026 di Broken Beach, Bali
Broken Beach, Bali, akan menjadi tuan rumah pembukaan musim Red Bull Cliff Diving World Series 2026. Dengan latar belakang tebing yang terjal, karang raksasa, dan air laut biru Samudera Hindia, ajang lompat tebing internasional tahunan ini akan menampilkan 24 atlet dari 14 negara yang bertarung menunjukkan kemampuan akrobatik terbaik mereka. Para atlet akan meloncat dari platform setinggi 27 meter untuk kategori laki-laki dan 21 meter untuk kategori perempuan pada Jumat dan Sabtu, 22-23 Mei 2026.
Pemilihan Bali sebagai Lokasi Utama
Orlando Duque, Sports Director of Red Bull Cliff Diving World Series, menjelaskan alasan memilih Bali sebagai tempat putaran pertama. Ia mengatakan bahwa keindahan tebing-tebing, alam yang memesona, serta kondisi cuaca yang hangat dan hijau membuat Bali menjadi pilihan yang tepat untuk ajang ini. Sebelumnya, ronde pertama dan kedua seharusnya digelar di Air Terjun Kroya, Buleleng, tetapi karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, seluruh kompetisi dipindahkan ke Broken Beach, Nusa Penida.
Antusias Atlet-atlet Internasional
Para atlet, seperti Xantheia Pennisi dari Australia dan Aidan Heslop dari Inggris, merasa senang dan antusias dengan dipilihnya Bali sebagai lokasi. Pennisi menyebut Bali sebagai pulau indah dengan temperatur air yang ideal. Sedangkan Heslop, yang sebelumnya pernah mengunjungi Bali, merasa sangat gembira kembali ke Pulau Dewata.
Pada akhirnya, gelaran Red Bull Cliff Diving World Series 2026 akan diadakan di enam negara lainnya setelah Indonesia, mulai dari Amerika Serikat, Denmark, Bosnia dan Herzegovina, Italia, hingga Oman. Para atlet akan berkompetisi untuk meraih trofi bergengsi King Kahekili dan hadiah menarik lainnya.

