Guardiola Mengakui Keputusan Paling Menyesal Setelah 10 Tahun di Manchester City

Pep Guardiola Akui Satu Keputusan Paling Disesalinya Selama 10 Tahun di Manchester City

Pep Guardiola secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai manajer Manchester City setelah mengabdi selama satu dekade penuh. Keputusan ini menutup babak kesuksesan luar biasa yang telah ia ukir bersama klub berjuluk The Citizens tersebut. Selama masa kepelatihannya, Guardiola sukses mempersembahkan total 20 trofi bergengsi bagi Manchester City, termasuk raihan treble winner pada tahun 2023 dan enam gelar juara Premier League.

Kesedihan di Kalangan Klub

Meskipun catatan prestasinya sangat gemilang, pria asal Spanyol ini menyatakan bahwa ada satu keputusan yang terus mengganjal dan ia sesali selama bertahun-tahun. Kepergian Guardiola dikabarkan menimbulkan kesedihan mendalam di kalangan pemain dan para pendukung setia klub.

Keputusan yang dimaksud Guardiola adalah mengenai nasib penjaga gawang utama klub, Joe Hart, yang langsung didepak dari tim utama pada tahun 2016. Hart merupakan pilar penting klub sejak tahun 2007, namun dinilai tidak cocok dengan filosofi permainan baru sang pelatih. Guardiola akhirnya membuka suara mengenai penyesalan mendalamnya tersebut saat diwawancarai oleh media Inggris. Ia mengaku bahwa dalam setiap keputusan besar, pasti ada kesalahan yang terjadi.

Sikap Terhadap Joe Hart

Guardiola secara spesifik menyoroti bagaimana ia menangani situasi Joe Hart pada awal kedatangannya di Etihad Stadium. “Ada satu penyesalan yang selalu saya pendam selama bertahun-tahun: saya tidak memberikan kesempatan Joe Hart untuk membuktikan diri, Anda tahu kan betapa bagusnya dia?” ujarnya. Guardiola merasa seharusnya ia bersikap lebih sabar dan memberikan waktu pembuktian kepada Hart sebelum mengambil langkah drastis.

“Dan saya harusnya melakukan itu. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Claudio Bravo, Ederson, yang mana kedatangannya begitu penting,” tambah Guardiola.

Source link

Hot Topics

Related Articles