Bulgaria Akan Mengakhiri Izin Penempatan Pesawat Militer AS di Sofia
Bulgaria akan mengakhiri perizinan pesawat militer AS untuk berada di bandara Sofia pada akhir Juni, sesuai dengan pernyataan Perdana Menteri Bulgaria Rumen Radev. Keputusan ini diambil setelah pembicaraan antara Radev dan Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan masalah visa warga Bulgaria.
Masalah Visa Warga Bulgaria ke AS
Bulgaria merupakan salah satu negara anggota Uni Eropa yang belum mendapat fasilitas bebas visa untuk kunjungan wisata ke AS. Pernyataan dari Kantor Berita Bulgaria (BTA) menyebutkan bahwa Radev menyampaikan keputusan ini di awal rapat kabinet pada Jumat (29/5) karena belum adanya respon positif dari pihak AS terkait masalah visa.
Radev menegaskan bahwa Bulgaria memiliki prioritas dan prosedur sendiri yang harus diikuti, dan tidak dapat menyetujui perpanjangan izin penempatan pesawat militer AS di Bandara Sofia. Meskipun memahami kerumitan prosedur regulasi dan kebutuhan waktu, Bulgaria tetap pada pendiriannya.
Izin Penempatan Pesawat KC-135 Stratotanker Milik AS
Selama beberapa bulan terakhir, pesawat KC-135 Stratotanker milik AS telah ditempatkan di Bandara Sofia. Pada pertengahan Mei, enam pesawat tersebut berada di bandara ibu kota Bulgaria. Keputusan Bulgaria untuk mengakhiri izin penempatan pesawat militer AS pada akhir Juni menarik perhatian banyak pihak.
Perkembangan selanjutnya terkait hubungan diplomatik antara Bulgaria dan AS akan menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan ke depan. Tanggapan pihak AS atas keputusan Bulgaria ini masih menjadi tanda tanya. Terlebih lagi, hal ini dapat mempengaruhi kerja sama militer antara kedua negara.

