DPR Desak Bank Indonesia Ambil Langkah Tegas Atasi Pelemahan Rupiah
JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak Bank Indonesia (BI) untuk segera mengambil langkah konkret guna menahan pelemahan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah terus melemah hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
Langkah Konkrit Diperlukan untuk Stabilitas Ekonomi Nasional
Menurut Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia perlu diperkuat. Hal ini melalui konsolidasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Hingga saat ini, publik belum melihat langkah intervensi yang lazim dilakukan BI saat terjadi gejolak signifikan pada nilai tukar rupiah.
Cucun meminta Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia segera bersinergi dalam menyusun langkah strategis menghadapi tekanan terhadap mata uang nasional. Langkah konkret harus segera diambil untuk menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah yang semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Instrumen Kebijakan untuk Menjaga Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia memiliki sejumlah instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas rupiah, termasuk melakukan intervensi di pasar valuta asing apabila cadangan devisa masih memungkinkan. Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, juga mengingatkan seluruh otoritas ekonomi untuk bergerak cepat dan serius dalam menangani pelemahan rupiah.
Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), nilai tukar rupiah mencapai level Rp18.028 per dolar AS, posisi terlemah sepanjang sejarah. Tekanan juga terjadi di pasar saham, di mana IHSG terkoreksi lebih dari 3 persen. Kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan domestik pun meningkat.
DPR berharap pemerintah dan Bank Indonesia segera mengambil langkah terkoordinasi guna memulihkan kepercayaan pasar dan menjaga fundamental ekonomi nasional tetap kuat di tengah meningkatnya tekanan eksternal.

