Minat Masyarakat Terhadap Parfum Lokal Meningkat: dari Pandemi Hingga Kualitas
Minat Konsumen Meningkat
Minat konsumen terhadap parfum lokal semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini terlihat dari ramainya pengunjung pameran parfum lokal dan meningkatnya penjualan wewangian buatan dalam negeri di platform digital. Menurut Henry Suhardja, direktur Followme Fragrance, minat terhadap parfum lokal mengalami perubahan drastis saat pandemi Covid-19. Sebelumnya, parfum lokal kurang diminati karena dianggap meniru wewangian dari Eropa. Namun, selama pandemi, ketika perdagangan global terganggu dan impor produk parfum terhambat, masyarakat mulai mencoba produk lokal.
Kepercayaan konsumen terhadap produk lokal membuat banyak merek wewangian baru bermunculan sejak 2021 hingga sekarang. Generasi Z dan Alfa pun mulai menyukai parfum, belajar tentang berbagai jenis aroma dan tipe wewangian. Bahan baku wewangian dari tumbuhan asli Indonesia turut mendukung hal ini.
Event Parfum dan Merek Baru
Event khusus parfum kini sering diadakan di berbagai kota besar, dan produsennya terus bertambah. Merek-merek baru bermunculan atas dorongan keinginan masyarakat memiliki brand sendiri. Data Compas.co.id menunjukkan bahwa 10 brand parfum terlaris kuartal 1 2026 di Shopee didominasi oleh produk lokal.
Kualitas Parfum Lokal
Kualitas parfum lokal semakin meningkat, bersaing dengan brand luar namun dengan harga yang lebih terjangkau. Para perfumer di Indonesia semakin banyak, dan strategi pemasaran yang dekat dengan budaya populer anak muda juga mendukung popularitas parfum lokal. Beberapa merek bahkan mulai memperluas pasarnya ke luar negeri.
Dengan perkembangan yang pesat ini, parfum lokal diprediksi terus berkembang dan dapat menjadi pemain utama di pasar domestik maupun regional.

