HIMKI Dorong Penguatan Industri Furnitur dan Kerajinan Nasional melalui Pameran
Strategi Penguatan Industri Furnitur dan Kerajinan
Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) terus mendorong penguatan industri furnitur dan kerajinan nasional melalui integrasi berbagai program pengembangan industri dengan penyelenggaraan pameran. Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan langkah ini bertujuan membangun ekosistem industri yang terhubung dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.
Menurutnya, pengembangan industri furnitur dan kerajinan harus dilakukan melalui pembangunan ekosistem industri yang utuh. HIMKI menempatkan Indowood Expo dan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) sebagai platform strategis yang saling melengkapi. Indowood sebagai platform hulu industri mempertemukan pelaku usaha dengan teknologi manufaktur, bahan baku, mesin produksi, dan solusi untuk meningkatkan produktivitas. Sementara IFEX berperan sebagai platform hilir yang mempertemukan produsen Indonesia dengan pembeli internasional dan pasar ekspor dunia.
Pentingnya Indowood dan IFEX
Menurut HIMKI, kedua pameran ini merupakan bagian dari rantai nilai yang terintegrasi, mulai dari teknologi, produksi, desain, produk, hingga akses ke pasar global. HIMKI berharap Indowood dapat berkembang menjadi Indonesia Woodworking & Furniture Manufacturing Technology Platform, yang menjadi pusat transfer teknologi, edukasi industri, peningkatan produktivitas, pengembangan SDM, dan modernisasi manufaktur furnitur Indonesia.
Tantangan dan Potensi Industri Furnitur Nasional
HIMKI menganggap tantangan terbesar industri furnitur nasional saat ini bukan hanya persoalan pasar, tetapi juga kecepatan transformasi teknologi dan peningkatan produktivitas. Kementerian Perindustrian menargetkan Indonesia menjadi hub produksi manufaktur furnitur global melalui penguatan hilirisasi kayu berkelanjutan serta peningkatan daya saing industri nasional. Sektor ini menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar global senilai lebih dari 736,21 miliar dolar AS.
Kemenperin memproyeksikan bahwa Indonesia dalam lima tahun ke depan tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mampu memimpin dalam aspek desain dan keberlanjutan dalam industri furnitur.

