Penguatan Sumber Dana Murah BCA Syariah sejalan dengan Kenaikan BI-Rate

BCA Syariah Intensifkan Penghimpunan Dana Murah Pasca Kenaikan BI-Rate

PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) kini tengah memperkuat penghimpunan sumber dana murah (current account savings account/CASA) sebagai respons terhadap kenaikan BI-Rate sebesar 75 basis poin menjadi 5,5 persen. Hal ini dilakukan guna mengurangi tekanan terhadap biaya dana perseroan.

Kreativitas dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menyampaikan bahwa di tengah kenaikan BI-Rate, perseroan juga mencari cara-cara kreatif untuk menarik lebih banyak nasabah. Meskipun perubahan ini menimbulkan tantangan, terutama terkait kondisi ekonomi domestik dan daya beli masyarakat, BCA Syariah tetap optimistis terhadap prospek bisnis ke depan.

Saat ini, total dana pihak ketiga (DPK) BCA Syariah mencapai Rp15,17 triliun per Mei 2026 dengan pertumbuhan 15,7 persen secara tahunan. Sedangkan penyaluran pembiayaan meningkat sebesar 20,4 persen mencapai Rp13,12 triliun per Mei 2026.

Dinamika Perbankan Pasca Kenaikan BI-Rate

Peningkatan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) menjadi tantangan baru bagi seluruh industri perbankan. Meskipun begitu, BCA Syariah tetap melihat adanya peluang pertumbuhan di pasar Indonesia yang masih dipandang sebagai pasar yang potensial.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026, DPK industri perbankan tumbuh sebesar 11,39 persen secara tahunan menjadi Rp10.077 triliun. Hal ini menandakan bahwa sektor perbankan masih memiliki prospek yang cerah meskipun harus tetap mengikuti dinamika perekonomian global.

Dengan terus mencermati perubahan kondisi pasar dan meningkatkan kreativitas dalam menjaring nasabah, BCA Syariah yakin dapat terus berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

Demikianlah perkembangan terkini terkait langkah BCA Syariah dalam menghadapi kenaikan BI-Rate yang dapat memengaruhi sektor perbankan secara keseluruhan. Harapannya, langkah ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Source link

Hot Topics

Related Articles