Seringkali, perdebatan tentang pilihan antara telur ceplok dan telur dadar membingungkan bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang menjaga pola makan sehat. Namun, menurut Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani dari Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, keduanya memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Perbedaannya terletak pada proses pengolahan dan bahan tambahan yang digunakan.
Kandungan Gizi yang Hampir Sama
Telur ceplok dan telur dadar sebenarnya tidak memiliki perbedaan kandungan gizi yang signifikan. Hal ini dikarenakan cara pembuatannya relatif serupa. Namun, perbedaan mendasar terletak pada penggunaan minyak dan bahan tambahan saat memasaknya.
Menurut Dr. Karina, telur dadar cenderung memiliki kalori dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan telur ceplok. Hal ini disebabkan oleh penyerapan minyak yang lebih banyak selama proses memasak telur dadar. Sehingga, bagi mereka yang memperhatikan asupan kalori dan lemak dalam makanan, memilih telur ceplok mungkin lebih disarankan.
Jadi, jika Anda ingin memilih antara telur ceplok dan telur dadar, pertimbangkan kandungan lemak dan kalorinya. Mengurangi penggunaan minyak saat memasak telur dadar dapat menjadi pilihan yang lebih sehat bagi Anda yang peduli akan pola makan dan kesehatan.
Sumber: link Sumber

