Program Zero ODOL Jasa Raharja: Meningkatkan Keselamatan Transportasi

Jasa Raharja Dorong Keselamatan Transportasi Berbasis Pencegahan

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat tidak hanya melalui penyaluran santunan, tetapi juga melalui upaya preventif yang efektif dalam menurunkan angka fatalitas di jalan. Menurutnya, menyelamatkan nyawa akan selalu lebih baik daripada memberikan santunan pasca-kecelakaan.

Data Jasa Raharja mencatat bahwa pada tahun 2025, perusahaan tersebut telah menyalurkan santunan sebesar Rp3,22 triliun kepada lebih dari 153 ribu korban kecelakaan lalu lintas. Mayoritas santunan ini berasal dari kecelakaan kendaraan roda dua, yang masih menjadi moda transportasi utama masyarakat Indonesia.

Awaluddin menyoroti tingginya angka kecelakaan sepeda motor, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perilaku pengendara, kondisi infrastruktur, dan standar keselamatan kendaraan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas kendaraan dianggap sebagai langkah penting untuk mengurangi tingkat keparahan cedera dalam kecelakaan.

Indonesia telah sukses menerapkan kewajiban penggunaan helm berstandar SNI sebagai langkah preventif. Di masa depan, peningkatan regulasi keselamatan kendaraan diharapkan dapat diperluas, termasuk pada sistem pengereman dan perangkat keselamatan lainnya, dengan mempertimbangkan kesiapan industri dan masyarakat.

Agus Pambagio, seorang pengamat kebijakan publik, mendukung penuh penguatan standar keselamatan kendaraan melalui regulasi yang jelas, termasuk melalui sistem penilaian keselamatan seperti Indonesian Road Safety Rating (IDRS). Dia meyakini bahwa adanya rating akan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan.

Jasa Raharja mendorong implementasi Zero ODOL sebagai contoh sukses kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam memperkuat agenda keselamatan transportasi nasional. Mereka meyakini bahwa dengan dukungan semua pihak, upaya membangun sistem transportasi yang lebih aman harus berfokus pada pencegahan kecelakaan, bukan hanya penanganan korban.

Dengan adanya kebijakan pemerintah, fasilitas pengujian kendaraan yang memadai, serta komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, diharapkan Indonesia dapat menciptakan budaya keselamatan yang berkelanjutan dalam sistem transportasinya. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga dan melindungi nyawa masyarakat serta mencegah terjadinya tragedi kecelakaan di masa depan.

Source link

Hot Topics

Related Articles