Polda Metro Jaya Tangkap Perempuan Penyebar Hoaks Demo

Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya Tangkap Perempuan Penyebar Hoaks

Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang perempuan berinisial DM (45) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Penangkapan ini dilakukan karena DM diduga menyebarkan informasi bohong terkait ajakan demonstrasi menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Patroli Siber Ungkap Penyebaran Hoaks

Penangkapan terhadap DM dipicu oleh patroli siber yang dilakukan jajaran Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya. Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Ardian Satrio Utomo, menyatakan bahwa dari hasil patroli tersebut diketahui bahwa DM menyebarkan informasi provokatif melalui akun TikTok @devimahadiva67.

Dalam akun tersebut, DM diduga mengajak untuk demonstrasi guna menurunkan Presiden dan Wakil Presiden. Setelah dilakukan analisis digital, polisi berhasil mengidentifikasi DM berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dengan kerjasama antara Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya, Polres Ciamis, dan Polsek Cipaku, akhirnya DM berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Keseriusan Hukum Terhadap Penyebar Isu Hoaks

Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya juga menyita satu unit telepon seluler yang diduga digunakan untuk menyebarkan konten provokatif sebagai barang bukti. Ditemukan bahwa informasi yang diunggah oleh DM tidak berdasar fakta dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

DM saat ini dipersangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Masih dilakukan pendalaman terkait motif tersangka, kemungkinan keterlibatan pihak lain, serta pemeriksaan saksi dan analisis forensik digital terhadap barang bukti yang disita.

Patroli siber yang ditingkatkan menjelang sejumlah agenda nasional, termasuk peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran informasi hoaks dan provokatif. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah tersebar oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Source link

Hot Topics

Related Articles