RSCM Menggunakan LVAD Terkecil di Dunia untuk Pasien Gagal Jantung

JAKARTA – Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah berhasil mengembangkan teknologi Left Ventricular Assist Device (LVAD) terkecil di dunia untuk pasien yang mengalami gagal jantung. Hal ini menjadi kabar baik di tengah krisis donor jantung yang terus terjadi di Indonesia.

Tantangan Penanganan Gagal Jantung di Indonesia

Penanganan gagal jantung stadium akhir di Indonesia masih menemui berbagai kendala, terutama terkait keterbatasan donor jantung dan tenaga medis yang ahli dalam bidang transplantasi jantung. Pasien dengan kondisi ini sering kali memiliki pilihan yang terbatas karena sulitnya mendapatkan donor dan fasilitas yang dibutuhkan.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, menyampaikan bahwa transplantasi jantung menjadi terapi utama dalam kondisi tertentu, namun sulit dilakukan karena minimnya donor organ dan dokter yang bisa melaksanakannya.

LVAD CoreHeart 6: Harapan Baru untuk Pasien Gagal Jantung

RSCM berhasil melakukan implantasi LVAD jenis CoreHeart 6, yang merupakan alat bantu pompa jantung terkecil di dunia. Alat ini dirancang untuk membantu kerja ventrikel kiri pada pasien dengan gagal jantung berat. Keberhasilan pemasangan CoreHeart 6 di RSCM menjadi yang pertama dilakukan di Asia, memberikan harapan baru bagi penanganan gagal jantung di Indonesia.

Penggunaan teknologi LVAD diharapkan dapat menjadi alternatif terapi bagi pasien yang membutuhkan dukungan fungsi jantung, terutama saat transplantasi tidak dapat segera dilakukan. Pemerintah berharap adopsi teknologi ini dapat memperkuat layanan kardiovaskular nasional di tengah krisis donor jantung yang terus berlangsung.

Meskipun pencapaian ini diraih oleh RSCM, pemerintah mendorong agar pengetahuan dan pengalaman yang didapat dapat disebarkan melalui pelatihan kepada tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

Source link

Hot Topics

Related Articles