Jakarta (ANTARA) – Pemerintah terus melakukan upaya penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengirimkan tambahan 25 ton bantuan logistik ke daerah terdampak. Bantuan ini tiba pada hari kedua penanganan bencana, setelah gempa bumi Magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah NTT pada 15 Agustus lalu.
Bantuan Logistik untuk Masyarakat NTT
Total 52 ton bantuan logistik telah disalurkan, termasuk makanan siap saji, air minum, sembako, obat-obatan, alat kesehatan, tenda, air bersih, dan kebutuhan lainnya untuk pengungsi. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memastikan bahwa bantuan terus didistribusikan ke daerah terdampak, seperti Labuan Bajo, Maumere, dan Ende, menggunakan berbagai jalur transportasi.
Tambahan Bantuan 25 Ton
Tambahan 25 ton bantuan yang tiba di NTT pada hari kedua penanganan bencana mencakup makanan siap saji, air minum, sembako, tim relawan, tenaga kesehatan, obat-obatan, alat kesehatan, tenda, dan kebutuhan pengungsi lainnya. Para pejabat negara, termasuk menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, turut serta dalam upaya penanganan bencana ini dengan mendatangi langsung daerah terdampak.
Di antara pejabat yang ikut serta adalah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Mereka memimpin langkah-langkah penanganan bencana di berbagai daerah terdampak di NTT.
Partisipasi Menteri dan Wakil Menteri dalam Upacara HUT RI
Menko PMK Pratikno juga mengumumkan bahwa para menteri dan wakil menteri yang berada di daerah terdampak akan ikut serta dalam upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di NTT bersama para pengungsi. Upacara tersebut direncanakan berlangsung pada pagi hari setelah berbagai kegiatan penanganan bencana dilakukan.

