Manajemen Posko dan Data Kebencanaan Kunci Respons Cepat Tanggap Darurat di Kabupaten Sikka
Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Zakaria Ali, menegaskan bahwa pengelolaan posko yang solid dan data kebencanaan yang terintegrasi menjadi kunci dalam mempercepat respons tanggap darurat gempa bumi. Hal ini disampaikan dalam kunjungan inspeksi ke Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pasca gempa bumi tektonik yang terjadi di wilayah tersebut.
Meningkatkan Koordinasi dan Kesiapsiagaan
Safrizal mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur Forkopimda di Sikka untuk mempertahankan koordinasi yang baik dan meningkatkan kesiapsiagaan mengingat potensi gempa susulan yang masih ada. Langkah-langkah tanggap darurat harus dijalankan secara optimal agar pelayanan publik tetap terjaga.
Selain itu, dalam kunjungan tersebut, Safrizal dan Mendagri Tito Karnavian juga meninjau Pelabuhan Laurentius Say di Maumere. Meskipun gempa bumi telah mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, upaya cepat dari berbagai pihak berhasil menjaga aktivitas pelayanan di pelabuhan tetap berjalan normal.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Pusat
Mendagri Tito Karnavian juga menyerahkan bantuan tali asih kepada keluarga korban gempa, sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana. Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh dan berkoordinasi intensif guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dengan baik.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik yang dikelola oleh BPBD Kabupaten Sikka. Mendagri memberikan apresiasi atas manajemen posko yang sangat baik, detail, dan komprehensif dalam menyajikan data kebencanaan. Sistem ini diharapkan dapat mendukung koordinasi lintas sektor serta pengambilan keputusan cepat di lapangan untuk respons tanggap darurat yang efektif.

