Gubernur Sumsel Minta Puskesmas Buka 24 Jam untuk Pasien ISPA
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta bupati dan wali kota di provinsi tersebut untuk membuka pelayanan puskesmas selama 24 jam guna menangani masyarakat yang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai dampak dari asap karhutla.
Langkah Cepat Penanganan Kesehatan Masyarakat
Dalam konferensi di Palembang, Gubernur Herman Deru menyatakan pentingnya kebijakan ini sebagai langkah cepat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang semakin terpapar asap karhutla.
Selain pelayanan kesehatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga melakukan penyesuaian terhadap aktivitas pendidikan untuk mengurangi risiko paparan asap karhutla terhadap siswa.
Perpanjangan Jam Masuk Sekolah dan Penggunaan Masker Wajib
Salah satu langkah yang diambil adalah perpanjangan jam masuk sekolah serta kewajiban bagi siswa untuk menggunakan masker selama kondisi udara masih terpengaruh oleh asap.
Sementara itu, terkait dampak karhutla terhadap perekonomian masyarakat, pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan kajian terhadap sektor-sektor yang terdampak, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tim lapangan sudah ditugaskan untuk mengidentifikasi aktivitas ekonomi yang terganggu akibat karhutla guna menentukan langkah penanganan yang tepat.
Gubernur Herman Deru juga menekankan pentingnya untuk tidak membebankan biaya kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan ISPA di puskesmas yang buka 24 jam tersebut.

