V+ Short Meluncurkan Aplikasi di Hong Kong, Bukan di Indonesia
Pada sebuah forum di Hotel Grand Melia Jakarta Selatan, CEO V+ Short, Clarissa Tanoesoedibjo, menjelaskan alasan dibalik keputusan platform ini meluncurkan aplikasinya di Hong Kong daripada di Indonesia.
Aplikasi Berorientasi Pasar Global
V+ Short telah didesain sebagai lini bisnis yang berorientasi pada pasar global, dengan tujuan membawa konten dan penceritaan karya anak bangsa ke panggung internasional. Clarissa Tanoesoedibjo menegaskan hal ini sebagai strategi awal V+ Short sejak diluncurkan. Platform ini merupakan produk pertama dari MNC Digital yang ditargetkan untuk pangsa pasar global di luar Indonesia.
“V+ Short ditujukan untuk menjadi aplikasi global sejak awal. MNC Digital belum memiliki banyak produk yang berskala internasional, oleh karena itu kami memutuskan untuk meluncurkan aplikasi ini di Hong Kong sebagai langkah awal untuk menjangkau pasar global,” ujar Clarissa.
Persaingan dalam Industri Mikro Drama
Dengan ekspansi ke pasar global, V+ Short merespons pergeseran tren dan perilaku masyarakat yang turut memengaruhi pertumbuhan industri mikro drama. Keputusan untuk fokus pada pasar internasional merupakan strategi yang dijalankan untuk memposisikan V+ Short sebagai pemain utama dalam industri tersebut.
Menurut Clarissa, V+ Short telah mencapai 10 juta pengguna dalam waktu 4 bulan sejak peluncurannya, menunjukkan potensi besar yang dimiliki platform ini dalam menarik minat penonton baik lokal maupun internasional.

