Alexandra Eala Cetak Sejarah di Wimbledon

Alexandra Eala mencatat sejarah bagi tenis Filipina setelah menyingkirkan juara bertahan Iga Swiatek pada babak ketiga tunggal putri Wimbledon 2026. Bertanding di Centre Court, London, Sabtu (4/7/2026), Eala menang dua set langsung dengan skor 7-6 (11-9), 6-2.

Hasil tersebut menjadikan Eala sebagai petenis Filipina pertama yang berhasil menembus keempat turnamen Grand Slam pada era Open. Kemenangan itu sekaligus menjadi salah satu pencapaian terbesarnya, terlebih diraih atas Swiatek yang berstatus petenis unggulan dan juara bertahan The Championships.

Tangguh Menghadapi Tekanan di Centre Court

Eala mampu menjaga permainan di tengah tekanan ribuan penonton yang memenuhi stadion. Set pertama berlangsung ketat dan harus diselesaikan melalui tie-break, sebelum petenis Filipina tersebut tampil lebih dominan pada set kedua.

Sepanjang pertandingan, Eala menyelamatkan delapan dari 11 peluang break point yang dihadapi. Ia juga menghasilkan 24 winner dan hanya mencatatkan 21 unforced error. Catatan itu membantu Eala meredam perlawanan Swiatek serta menyelesaikan laga tanpa kehilangan satu set pun.

Selepas pertandingan, Eala mengenang masa kecilnya ketika baru menekuni tenis. Ia menggambarkan kemenangan di Wimbledon sebagai momen yang dahulu hanya bisa dibayangkannya.

“Saya dulu berlatih tenis setiap hari sepulang sekolah dengan kaus kaki yang berantakan, sepatu yang menyala, dan pipi yang masih chubby. Bagi diri saya yang masih kecil, momen seperti ini adalah segalanya,” ujar Eala.

Ia juga menyoroti besarnya dukungan masyarakat Filipina yang hadir dan mengikuti perjuangannya. “Luar biasa rasanya melihat begitu banyak orang Filipina mendukung saya. Rasanya kami semua berjuang bersama,” katanya.

“Kemenangan ini saya persembahkan untuk mereka, keluarga saya, dan semua anak perempuan yang dulu juga memakai kaus kaki berantakan dan punya pipi chubby. Ini sangat berarti bagi saya,” lanjut Eala. Ia mengenal tenis sejak usia dini melalui bimbingan kakek dan kakak laki-lakinya.

Dukungan Besar dari Filipina

Gaung kemenangan Eala segera terasa di Filipina. Mantan petenis Filipina Dyan Castillejo mengatakan pertandingan yang dimulai pukul 20.30 waktu setempat menjadi perhatian luas dan mendominasi percakapan di media sosial.

“Seluruh media sosial dipenuhi unggahan tentang kebanggaan menjadi orang Filipina,” ujar Castillejo. Ia mengaku menerima ratusan hingga ribuan pesan dari orang-orang yang ingin ikut merasakan momen bersejarah tersebut.

“Semua orang ingin menjadi bagian dari momen ini. Seluruh rakyat Filipina merasa ikut menjadi bagian dari kemenangan Alexandra,” tambahnya.

Di tengah meningkatnya perhatian dan ekspektasi publik, Eala menegaskan pentingnya tetap membumi. Menurut dia, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja panjang yang dijalani bersama tim dan keluarganya.

“Saya selalu berusaha menjadi diri sendiri dan tetap tulus,” kata Eala. “Saya sangat bersyukur atas semua dukungan yang saya terima. Namun, saya, tim, dan keluarga adalah orang-orang yang telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk semua ini.”

Kaitan Eala dengan Akademi Rafael Nadal

Eala merupakan lulusan Akademi Tenis Rafael Nadal tiga tahun lalu. Dalam pesan kepada para lulusan akademi tersebut, termasuk Eala, Swiatek pernah menekankan pentingnya kegigihan dan memberikan kemampuan terbaik dalam setiap pilihan.

“Saya berharap kalian akan menjadi pribadi yang gigih. Saya berharap apa pun yang kalian lakukan di masa depan, jika kalian melakukannya dengan cara terbaik, saya yakin pada akhirnya kalian tidak akan memiliki penyesalan,” ujar Swiatek, seperti dikutip BBC, Minggu (5/7/2026).

Source link

Hot Topics

Related Articles