Pencak silat tampil sebagai perpaduan olahraga bela diri, seni pertunjukan, dan warisan budaya dalam The World Heritage Showcase di Indonesia Sport Summit (ISS) 2026, Jakarta, Minggu. Rangkaian atraksi tersebut memperlihatkan teknik, ketangkasan, penggunaan senjata, serta demonstrasi pertarungan yang bersumber dari beragam tradisi di Indonesia.
Pementasan itu menghadirkan sejumlah nama dari dunia perfilman dan hiburan Indonesia, yakni Christine Hakim, Yayan Ruhiyan, Prisia Nasution, Asri Welas, dan Surya Saputra. Kehadiran mereka menjadi bagian dari sajian pencak silat yang dikemas sebagai pertunjukan kelas dunia di hadapan pengunjung ISS 2026.
Atraksi senjata menarik perhatian penonton
Sejumlah unsur pencak silat disusun dalam satu rangkaian pertunjukan. Selain gerakan yang menonjolkan teknik dan ketangkasan, penampil menyajikan atraksi seni, penggunaan tongkat dan pisau, hingga simulasi pertarungan.
Kemasan tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menyaksikan pencak silat secara langsung, termasuk bagi mereka yang sebelumnya hanya mengenal cabang bela diri itu dari media atau pertunjukan tidak langsung. Salah seorang pengunjung bernama Kenzi mengaku baru pertama kali menonton pencak silat secara langsung.
“Ini pertama kali saya menonton pencak silat secara langsung. Tadi bagus dan seru. Apalagi saat penampilan menggunakan tongkat dan pisau, benar-benar menarik untuk ditonton,” ujar Kenzi kepada pewarta.
Atraksi dengan senjata menjadi salah satu bagian yang paling mencuri perhatiannya. Namun, pertunjukan tidak hanya berfokus pada adegan pertarungan. Gerak, unsur seni, dan keterampilan para penampil juga disatukan untuk memperlihatkan cakupan pencak silat secara lebih utuh.
Memperkenalkan kekayaan tradisi pencak silat
Melalui The World Heritage Showcase, pencak silat diperkenalkan bukan semata-mata sebagai olahraga yang mengandalkan kemampuan fisik. Pertunjukan tersebut juga membawa nilai budaya yang diwariskan melalui berbagai tradisi di Indonesia.
Hubungan antara olahraga dan kebudayaan ditampilkan lewat susunan gerak, seni pertunjukan, penggunaan senjata, serta demonstrasi pertarungan. Setiap unsur ditempatkan dalam satu sajian yang dapat dinikmati oleh pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk penonton yang baru pertama kali menyaksikan pencak silat secara langsung.
Kehadiran pertunjukan ini di ISS 2026 sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi pencak silat kepada masyarakat. Dalam satu panggung, penonton dapat melihat bahwa pencak silat memiliki beberapa dimensi yang saling berkaitan: teknik bela diri sebagai olahraga, ketangkasan dalam peragaan, ekspresi seni, dan nilai budaya.
The World Heritage Showcase pun menempatkan pencak silat sebagai salah satu sajian utama yang membawa identitas tradisi Indonesia dalam agenda olahraga tersebut. Respons pengunjung, terutama terhadap peragaan tongkat dan pisau, memperlihatkan bagaimana unsur teknik dan pertunjukan dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk menikmati pencak silat.

