SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong resmi menjadi sekolah pertama di Provinsi Papua Barat Daya yang masuk dalam jaringan SMK Mitra Binaan Astra Honda Motor (AHM). Peresmian penerapan pembelajaran Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda berlangsung pada 14 September 2026, dengan sasaran lebih dari 90 siswa setiap tahun.
Program tersebut dikembangkan AHM bersama Astra Motor Papua untuk memperluas akses pendidikan vokasi berstandar industri di wilayah yang jauh dari pusat manufaktur. Peresmian dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Andreas Taa, General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin, Kepala Wilayah Astra Motor Papua Gangga Nanda Adi Surya, serta Kepala SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong Anetha Ludia Swabra.
Kurikulum dan fasilitas mengacu pada kebutuhan industri
Masuknya SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong ke jaringan binaan AHM dirancang sebagai penerapan konsep link and match antara pendidikan dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI). Siswa akan mempelajari materi yang mengacu pada perkembangan teknologi sepeda motor Honda, dengan dukungan laboratorium praktik berstandar industri dan fasilitas e-learning untuk pembelajaran daring.
AHM juga menyediakan perkakas praktik, unit sepeda motor peraga, serta simulator pendukung. Kompetensi guru diperkuat melalui sertifikasi dari AHM agar proses belajar di sekolah semakin dekat dengan prosedur dan kebutuhan kerja di industri sepeda motor.
Dalam pendidikan vokasi, kemampuan praktik menjadi bagian penting dari pembelajaran. Siswa tidak hanya dituntut memahami teori mesin dan sistem kendaraan, tetapi juga berlatih menggunakan peralatan, mengikuti prosedur kerja, menerapkan standar keselamatan, serta menangani persoalan teknis yang mungkin dijumpai di lapangan.
Anetha Ludia Swabra menyambut kepercayaan tersebut sebagai dorongan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. “Kami sangat bangga dan bersyukur dapat menjadi SMK Mitra Binaan Astra Honda pertama di Papua Barat Daya. Kepercayaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi seluruh siswa dan guru untuk semakin bersemangat dalam kegiatan belajar-mengajar,” ujarnya.
Akses uji kompetensi bagi siswa
Selain memperoleh pembelajaran berbasis kurikulum industri, siswa berkesempatan mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Astra Honda di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Siswa yang lulus akan mendapatkan sertifikat UKK Astra Honda.
Sertifikat itu mengakui kompetensi siswa setara dengan mekanik Technical Training Level (TTL) 1 di Astra Honda Authorized Service Station. Pengakuan tersebut dapat menjadi bekal tambahan bagi lulusan yang ingin memasuki sektor perawatan dan layanan sepeda motor.
Dengan bergabungnya SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong, jumlah SMK Mitra Binaan AHM mencapai 716 sekolah. Jaringan itu memberikan akses pendidikan berstandar industri kepada rata-rata lebih dari 100.000 siswa setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 133 sekolah berstatus TUK, yang memungkinkan siswa mengikuti penilaian keahlian dengan standar yang mengacu pada kebutuhan industri.
Papua Barat Daya menjadi provinsi ke-37 dari total 38 provinsi di Indonesia yang tercakup dalam program SMK Mitra Binaan AHM. Di Pulau Papua, sekolah di Kabupaten Sorong menjadi sekolah binaan kelima.
Ahmad Muhibbuddin mengatakan perluasan program ke Papua Barat Daya merupakan bagian dari komitmen AHM terhadap pemerataan pendidikan vokasi. “Dengan peresmian hari ini, Provinsi Papua Barat Daya kini masuk dalam cakupan SMK Mitra Binaan AHM, menjadi yang ke-37 dari total 38 provinsi di Indonesia. Kami berharap dapat mengoptimalkan pemerataan kualitas pendidikan vokasi di Tanah Air agar dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di industri,” ujar Muhibbuddin.
AHM bersama jaringan sepeda motor Honda telah mengembangkan pendidikan vokasi sejak 2010 melalui penerapan Kurikulum TBSM Astra Honda dan penyediaan sarana-prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran otomotif.

