Kerinci Dorong Nilam Jadi Tanaman Unggulan dengan Teknik Budi Daya

Pemerintah Kabupaten Kerinci, Jambi, menempatkan nilam (Pogostemon cablin Benth) sebagai salah satu komoditas perkebunan yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat. Pengembangan dilakukan melalui perbaikan teknik budi daya, peningkatan mutu minyak nilam, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Bupati Kerinci Monadi mengatakan pemerintah daerah berupaya menghubungkan produksi petani dengan kebutuhan industri dan pasar. Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memfasilitasi pengembangan nilam secara lebih terarah.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi dan mempertemukan langsung potensi produksi petani dengan kebutuhan industri serta pasar,” kata Monadi di Kerinci, Minggu.

Penguatan budi daya dan mutu hasil

Sejumlah upaya telah dilakukan, mulai dari penguatan teknik budi daya di tingkat petani hingga peningkatan kualitas hasil olahan minyak nilam. Pemerintah daerah juga mendorong perluasan pemasaran agar produk dari Kerinci dapat menjangkau pasar nasional dan berpeluang masuk ke pasar ekspor.

Monadi menyampaikan optimisme itu setelah meninjau aktivitas budi daya dan sentra nilam di Desa Tambak Tinggi, Desa Sekungkung, serta Desa Belui Tinggi. Dari peninjauan tersebut, ia menilai pengembangan nilam di wilayah itu memiliki prospek yang baik. Kualitas hasil yang dihasilkan para petani juga diyakini mampu memenuhi kebutuhan pasar nasional maupun ekspor.

Untuk memastikan mutu komoditas, pemerintah daerah membawa calon pembeli atau buyer melihat langsung proses produksi nilam yang dikelola kelompok tani setempat. Peninjauan itu mencakup tata kelola tanaman di tingkat petani, proses penyulingan, pengolahan hasil, serta pemeriksaan terhadap standar kualitas produksi.

Membuka peluang kemitraan dan investasi

Kehadiran calon pembeli tersebut tidak hanya diarahkan untuk menilai kualitas produk, tetapi juga memetakan peluang kerja sama pemasaran. Pihak pembeli melihat langsung rangkaian produksi agar kebutuhan industri dan potensi hasil petani dapat dipertemukan secara lebih tepat.

Monadi berharap pertemuan itu membuka rantai pasok yang lebih jelas sekaligus mendorong terbentuknya kerja sama investasi berkelanjutan dengan petani lokal. Menurut dia, keterhubungan langsung dengan pasar dapat membantu nilam Kerinci memperoleh kepastian harga dan memperluas jangkauan distribusinya.

“Minyak nilam kita punya karakteristik, kita terus dorong pasarnya guna menjadikan nilam sebagai pilar ekonomi baru warga Kerinci,” ujar Monadi.

Pengembangan tersebut diarahkan agar keunggulan nilam Kerinci tidak berhenti pada kualitas hasil produksi. Pemerintah daerah juga ingin memastikan komoditas itu memiliki akses pasar dan pola kemitraan yang dapat memperkuat manfaat ekonominya bagi masyarakat di sentra-sentra nilam.

Source link

Hot Topics

Related Articles