Momentum Hari Pahlawan kembali menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada negara tidak berhenti pada seremoni tahunan. Bagi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas, semangat para pejuang justru harus hidup dalam kerja sehari-hari Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama lewat pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
ASN Diminta Menjadi Wujud Terima Kasih kepada Pahlawan
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, Anas menegaskan bahwa peringatan 10 November semestinya mendorong ASN untuk meneladani keberanian dan keikhlasan para pahlawan yang gugur mempertahankan keutuhan bangsa. Menurut dia, cara paling nyata menghormati perjuangan itu adalah bekerja dengan integritas, menjaga kualitas kinerja, dan meninggalkan pola pikir sektoral yang justru menghambat pelayanan publik.
“Setiap tanggal 10 November kita memperingati Hari Pahlawan, sudah seharusnya kita semua dalam hal ini ASN dapat mewarisi semangat perjuangan dari para pahlawan yang telah gugur mempertahankan keutuhan bangsa dan negara,” kata Anas.
Pelayanan Berdampak Jadi Ukuran Semangat Juang
Anas menilai ASN sebagai pelayan masyarakat tidak cukup hanya hadir secara administratif. Mereka dituntut menunjukkan semangat juang melalui layanan yang efektif, berdampak, dan benar-benar menjawab kebutuhan publik. Ia juga menekankan bahwa ASN yang berintegritas merupakan bentuk penghargaan terhadap para pahlawan yang berjuang tanpa pamrih.
Menurutnya, Hari Pahlawan adalah momen yang tepat untuk introspeksi, sekaligus mengingat kembali nilai-nilai yang diwariskan para pejuang bangsa. Nilai itu, kata dia, harus tercermin dalam sikap ASN sebagai perekat persatuan dan penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan Hari Pahlawan 2023 di Kalibata
Peringatan Hari Pahlawan 2023 mengusung tema “Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan”. Tema tersebut dipakai untuk menghubungkan perjuangan masa lalu dengan tantangan hari ini, agar semangat kepahlawanan tidak berhenti sebagai simbol, melainkan menjadi dorongan untuk menjawab persoalan bangsa.
Upacara peringatan Hari Pahlawan ke-78 digelar di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan Presiden RI Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara. Seusai upacara, Presiden bersama para pejabat negara dan perwira tinggi TNI/Polri melakukan ziarah serta tabur bunga ke sejumlah makam pahlawan dan tokoh di TMP Kalibata. Hadir pula para menteri Kabinet Indonesia Maju, perwira tinggi TNI dan Polri, serta tamu undangan lainnya.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

