Peredaran narkoba di Indonesia dinilai sudah bergerak ke sasaran yang lebih luas dan lebih berbahaya. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Marthinus Hukom, menyebut jaringan bandar kini tidak lagi hanya membidik anak muda, melainkan juga kelompok pekerja yang memiliki penghasilan tetap, termasuk buruh perkebunan dan tambang. Menurutnya, pola ini menunjukkan bahwa pasar narkotika terus diperluas ke kelompok-kelompok yang dianggap punya daya beli.
Sasar kelompok berpenghasilan
Pernyataan itu disampaikan Marthinus dalam rapat bersama Komisi III DPR di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/6). Ia menegaskan bahwa para bandar narkotika bekerja dengan strategi propaganda untuk menanamkan anggapan bahwa penggunaan narkoba bisa mendukung aktivitas kerja. “Semakin banyak pendapatan, semakin para bandar ini akan melakukan propaganda-propaganda untuk mengekspansi pasar,” ujarnya.
BNN, kata Marthinus, melihat adanya kecenderungan yang mengkhawatirkan di lapangan. Fenomena pekerja perkebunan dan tambang yang terpapar narkotika disebutnya sudah muncul dalam berbagai temuan. Dari informasi yang diterima BNN, termasuk dari Polda Sumatera Utara dan sejumlah pemilik perkebunan, kebocoran hasil perkebunan bahkan disebut mencapai sekitar 30 sampai 40 persen.
Modus lama, target baru
Para pekerja diduga menjadi sasaran karena diberi iming-iming bahwa narkoba dapat meningkatkan stamina dan produktivitas. Padahal, menurut Marthinus, cara itu justru menjadi pintu masuk bagi para bandar untuk memperluas pengaruh di lingkungan kerja. Ia menilai situasi tersebut menunjukkan bahwa narkoba sudah masuk ke sektor-sektor yang sebelumnya tidak terlalu disorot publik.
“Hari ini kami melihat fenomena-fenomena bahwa bahkan pekerja-pekerja perkebunan, pekerja tambang itu semua sudah hampir semua menggunakan itu,” kata Marthinus. Ia menambahkan, pola yang sama juga ditemukan saat BNN beraudiensi dengan Bupati Kotawaringin Timur. Masalahnya, menurut dia, serupa: narkoba kini tidak lagi bisa dipandang semata sebagai persoalan anak muda.
BNN sebut narkoba jadi musuh bersama
Dalam pertemuan dengan pemerintah daerah, BNN menekankan bahwa peredaran narkoba harus dilawan bersama karena dampaknya sudah merembet ke banyak sektor. Marthinus menyebut semua pihak yang ditemui sepakat bahwa narkoba adalah musuh bersama. Ia juga menegaskan bahwa ancaman ini tidak lagi terbatas pada kelompok remaja, melainkan sudah menyentuh para pekerja produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi di daerah.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

