Lagu Iwan Fals Jadi Teman Setia Widyanta Putra Teja Sejak Kecil
Di balik ketenangannya mengatur permainan di lapangan, Widyanta Putra Teja menyimpan kisah kedekatan yang kuat dengan musik Iwan Fals. Pebasket Satria Muda Pertamina Jakarta itu mengaku, lirik-lirik sang legenda musik Indonesia sudah ikut menemani hidupnya sejak masih kecil hingga kini beranjak dewasa. Bagi Widy, lagu-lagu tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari perjalanan yang membentuk ingatan, semangat, dan cara pandangnya terhadap hidup.
“Pesawat Tempur” Jadi Lagu Favorit
Di antara deretan karya Iwan Fals, Widyanta menyebut “Pesawat Tempur” sebagai lagu yang paling membekas. Lagu itu, menurutnya, punya energi yang selalu bisa dinikmati kapan saja dan terasa relevan dari waktu ke waktu. Sebagai point guard andalan Satria Muda, ia merasa ada semangat yang nyambung dengan karakter permainan yang harus cepat, tajam, dan penuh keputusan penting.
Kenangan Masa Kecil di GOR Pacific
Widy juga menuturkan bahwa lagu-lagu Iwan Fals lekat dengan kenangan masa kecilnya di GOR Pacific, Surabaya. Saat ia berlatih, kedua orang tuanya kerap memutar musik tersebut. Dari situ, lagu-lagu itu perlahan menjadi semacam soundtrack pribadi yang menyertai proses tumbuhnya sebagai atlet. Kenangan itu membuat musik Iwan Fals tak hanya bernilai emosional, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas yang membentuk dirinya sejak awal.
Peran Penting di Satria Muda
Di usia 28 tahun, Widyanta Putra Teja kini menjadi salah satu sosok penting dalam skuad Satria Muda Pertamina Jakarta di IBL 2025. Ia berperan sebagai pelapis sekaligus tandem Abraham Damar Grahita dalam menjaga keseimbangan pertahanan dan serangan tim. Perannya mungkin tidak selalu paling mencolok, tetapi justru krusial dalam menjaga ritme permainan tim besar seperti Satria Muda.
Musim sebelumnya, Widy dan Satria Muda sempat berada sangat dekat dengan gelar juara IBL 2024. Namun, langkah mereka terhenti di partai final setelah kalah dari Pelita Jaya Jakarta dan harus puas finis sebagai runner-up. Dari pengalaman itu, Widy membawa banyak pelajaran, sementara musik yang sejak lama menemaninya tetap menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang sering kali dibangun dari hal-hal sederhana yang konsisten hadir.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

