Pemerintah Fokus Memberantas Aksi Premanisme untuk Meningkatkan Investasi dan Usaha
Menurut Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, pemerintah saat ini berfokus untuk memberantas aksi premanisme yang mengganggu dunia usaha dan investasi. Hasan Nasbi menekankan bahwa yang ingin dihilangkan oleh pemerintah adalah tindakan premanisme, baik itu dilakukan oleh individu maupun organisasi masyarakat. Investasi dan dunia usaha di Indonesia terganggu oleh praktik premanisme ini, sehingga investor enggan masuk karena adanya beban tambahan akibat ulah preman.
Untuk mengatasinya, pemerintah membentuk tim khusus yang bertugas untuk menangani aksi premanisme. Namun, Hasan juga menekankan bahwa proses ini membutuhkan waktu, dan pemerintah perlu mencari cara agar para pelaku premanisme tidak kembali mengulangi aksinya. Upaya pemerintah bukan hanya menghukum, tetapi juga membina dan mengarahkan para pelaku untuk hal-hal yang lebih produktif.
Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi juga mengungkapkan kekhawatiran Presiden Prabowo Subianto terhadap aksi premanisme yang mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan. Sebagai respons terhadap masalah ini, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan telah membentuk Satuan Tugas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan. Satgas ini melibatkan sejumlah kementerian/lembaga yang berkoordinasi untuk menangani persoalan premanisme yang meresahkan masyarakat dan menghambat dunia usaha dan investasi.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan aksi premanisme dapat diminimalisir dan memberikan dampak positif bagi peningkatan investasi dan dunia usaha di Indonesia.

