Ziarah Makam Korban Tragedi Mei 1998: Peringati 27 Tahun Reformasi

Ziarah Makam Korban Tragedi Mei 1998: Peringati 27 Tahun Reformasi

Di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, suasana hening menyelimuti ziarah yang digelar pada Sabtu, 17 Mei 2025. Warga bersama Komnas Perempuan datang untuk berdoa di makam korban pelanggaran HAM masa lalu dalam rangka Napak Reformasi, sebuah rangkaian peringatan 27 tahun reformasi yang kembali menyorot luka sejarah Tragedi Mei 1998.

Merawat ingatan atas pelanggaran HAM

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga upaya menjaga ingatan publik agar peristiwa kelam itu tidak terhapus dari kesadaran bersama. Komnas Perempuan menelusuri sejumlah situs yang pernah menjadi saksi bisu tragedi tersebut, dengan penekanan khusus pada kekerasan terhadap perempuan yang menjadi bagian dari catatan pelanggaran HAM masa lalu.

Di tengah suasana ziarah, pesan dari para penyintas pelanggaran HAM turut dibacakan. Kehadiran suara para penyintas memberi bobot emosional pada peringatan ini, sekaligus mengingatkan bahwa dampak tragedi tidak berhenti pada peristiwa di masa lalu, melainkan terus hidup dalam ingatan keluarga korban dan masyarakat.

Napak Reformasi sebagai pengingat publik

Peringatan 27 tahun reformasi melalui Napak Reformasi menjadi cara untuk menghubungkan kembali sejarah dengan tanggung jawab masa kini. Dengan mengunjungi makam korban dan situs-situs terkait, Komnas Perempuan menegaskan pentingnya merawat memori kolektif agar kekerasan serupa tidak kembali terulang.

Dalam momen yang terekam ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin itu, doa, kesunyian, dan pesan penyintas berpadu menjadi penanda bahwa reformasi bukan sekadar tanggal dalam kalender, melainkan juga peringatan atas harga mahal yang pernah dibayar untuk perubahan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles