Tim SAR gabungan telah melakukan pembagian personel menjadi enam grup pencarian untuk mempercepat dan memperbesar peluang menemukan korban longsor di Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Koordinator Lapangan Tim Gabungan Operasi SAR Longsor Catubouw, Yefri Sabaruddin, menjelaskan bahwa pembagian keenam grup tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyisiran area longsor yang luas dan tertutup material berat dapat berjalan efektif dan menyeluruh. Masing-masing grup diterjunkan ke sektor berbeda dengan tugas khusus, mulai dari pencarian visual, penggalian manual, pemetaan lokasi longsoran, hingga penyisiran menggunakan alat pelindung diri dan anjing pelacak.
Tim SAR gabungan terdiri dari 76 personel yang berasal dari Basarnas, TNI Kodim Pegaf, Polri Polres Pegaf, BPBD Provinsi Papua Barat, BPBD Kabupaten Pegaf, serta unsur keluarga korban dan masyarakat setempat. Saat ini, total korban longsor yang tercatat mencapai 24 orang, dengan rincian empat orang selamat, sembilan meninggal dunia, dan 11 orang masih dalam pencarian. Pada operasi SAR hari keempat, tim berhasil mengevakuasi tiga jenazah korban longsor dan kendaraan alat berat sudah disiapkan untuk memindahkan material longsoran seperti batu besar, lumpur, dan pepohonan.
Meskipun cuaca masih menjadi kendala utama di lapangan karena hujan ekstrem, Yefri memastikan bahwa skema pencarian akan terus dievaluasi agar korban hilang dapat ditemukan. Dengan strategi sektoral dan kerja sama lintas instansi, tim terus berupaya semaksimal mungkin sambil menunggu cuaca membaik. Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses evakuasi korban longsor di Pegunungan Arfak, Papua Barat dapat berjalan efisien dan efektif.

