Tragedi di Jalan Tol Timur-Barat, Distrik Gerik, Perak, Malaysia, pada Senin dini hari meninggalkan duka mendalam bagi Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI). Sebuah bus yang mengangkut mahasiswa kampus itu mengalami kecelakaan hebat hingga menewaskan 15 orang. Peristiwa ini menjadi sorotan karena korban mayoritas adalah mahasiswa yang baru kembali ke kampus setelah merayakan Idul Adha bersama keluarga di Terengganu.
Respons darurat bermula pukul 1.10 dini hari
Pusat kendali operasi Hulu Perak dari Pasukan Pertahanan Sipil (APM) Malaysia menerima panggilan darurat pada pukul 1.10 dini hari waktu setempat. Dari total 48 korban dalam insiden tersebut, 15 orang dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, dua lainnya meninggal di rumah sakit, dan empat korban mengalami luka-luka. Situasi di lapangan disebut sangat genting sehingga petugas harus bergerak cepat untuk mengevakuasi para penumpang yang terjebak.
Evakuasi dilakukan dengan alat hidrolik
Menurut Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Perak (JBPM), bus dan minibus Perodua Alza sama-sama melaju dari arah Jel Kelantan menuju Gerik. Untuk membuka akses penyelamatan, petugas pemadam terpaksa memotong bagian belakang bus menggunakan alat hidrolik. Langkah itu dilakukan agar proses evakuasi korban bisa berlangsung lebih cepat di tengah kondisi kendaraan yang rusak parah.
Mahasiswa UPSI dalam perjalanan kembali ke kampus
Wakil Rektor UPSI, Prof. Dr. Norkhalid Salimin, menyampaikan bahwa sebagian besar penumpang bus adalah mahasiswa UPSI yang sedang dalam perjalanan kembali ke Tanjung Malim, Perak. Mereka baru saja menghabiskan libur Idul Adha di Terengganu sebelum melanjutkan aktivitas perkuliahan. Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, Zambry Abdul Kadir, menyatakan pemerintah akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada para korban serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan komunitas UPSI yang terdampak.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

