Lomba Perahu Katinting Nelayan Sulbar Jadi Ajang Jaga Tradisi dan Pererat Silaturahim
Suasana pesisir Pantai Arteri Mamuju, Sulawesi Barat, pada Minggu, 22 Juni 2025, berubah lebih semarak dari biasanya. Sebanyak 30 peserta dari berbagai daerah di Sulbar turun dalam lomba balap perahu katinting tradisional yang digelar untuk memperingati HUT ke-79 Bhayangkara. Di tengah riuh penonton dan deru mesin perahu, ajang ini tak hanya menjadi adu cepat di atas air, tetapi juga ruang pertemuan yang mempertemukan para nelayan dalam suasana akrab dan penuh kebersamaan.
Lebih dari Sekadar Lomba
Bagi para peserta, katinting bukan hanya alat transportasi nelayan, melainkan juga bagian dari kehidupan pesisir yang melekat erat dengan keseharian mereka. Lomba ini menghadirkan semangat kompetisi yang sehat, sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi lokal masih punya tempat di tengah masyarakat. Setiap perahu yang melaju meninggalkan jejak riak di permukaan laut, seolah menegaskan bahwa budaya pesisir tetap hidup melalui partisipasi warga yang antusias.
Ruang Kebersamaan Nelayan Sulbar
Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan antarnelayan dari berbagai wilayah. Di sela perlombaan, suasana kekompakan terasa kuat, memperlihatkan bahwa ajang semacam ini mampu menjembatani silaturahim dan mempererat persaudaraan. Kehadiran peserta dan penonton menciptakan atmosfer hangat yang membuat lomba katinting tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga perayaan identitas masyarakat pesisir Sulawesi Barat.
Tradisi yang Perlu Dijaga
Di tengah perubahan zaman, kegiatan berbasis tradisi seperti lomba perahu katinting menjadi pengingat bahwa warisan lokal masih layak dirawat. Dukungan masyarakat dan pemerintah dinilai penting agar kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan terus tumbuh sebagai bagian dari kehidupan budaya daerah. Dari Pantai Arteri Mamuju, pesan yang tampak jelas adalah bahwa tradisi bisa tetap relevan selama masih memberi ruang bagi kebersamaan, kebanggaan, dan rasa memiliki di kalangan masyarakat pesisir.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

