GIIAS 2025 bukan sekadar etalase mobil baru, melainkan juga panggung pembuktian bagi jenama otomotif China yang kian agresif merebut perhatian pasar Indonesia. Di ICE BSD City, Tangerang, Banten, pada 24 Juli hingga 3 Agustus 2025, belasan merek asal China tampil dengan strategi yang lebih matang: membawa produk baru, menonjolkan teknologi, sekaligus menegaskan ambisi untuk tumbuh bersama industri otomotif dalam negeri.
Deretan Merek China Makin Percaya Diri
Nama-nama seperti Denza, Geely, dan Xpeng menjadi sorotan di tengah ramainya pameran tahun ini. Ada pula Lepas, submerek dari grup Chery, yang mencuri perhatian karena menjalani debut globalnya di Indonesia setelah lebih dulu diperkenalkan di Wuhu, China, pada April tahun lalu. Di ajang ini, Lepas langsung membawa model pertamanya untuk pasar Indonesia, yaitu mobil hybrid L8, yang ditawarkan dengan jangkauan tempuh impresif.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pasar Indonesia kini dipandang bukan hanya sebagai tujuan penjualan, tetapi juga sebagai arena penting untuk memperkuat citra merek dan memperluas basis konsumen. Di tengah persaingan yang makin padat, produsen China datang dengan pendekatan yang lebih berani dan lebih terukur.
Model Baru, Dari Listrik hingga Hybrid
Gelombang peluncuran produk baru juga menjadi warna utama GIIAS 2025. BYD memperkenalkan hatchback BYD Atto 1, sementara GAC Aion membawa Aion UT, hatchback perkotaan yang menyasar pengguna urban. Xpeng tampil dengan SUV listrik G6 Pro, sedangkan Jetour merilis X20e, mobil listrik keduanya tahun ini.
Tak hanya bertumpu pada kendaraan listrik, sejumlah merek China juga memberi ruang besar untuk teknologi hybrid. BAIC, Jaecoo, dan Chery ikut memperkenalkan model-model hybrid yang mereka andalkan sebagai jembatan menuju elektrifikasi yang lebih luas. Langkah ini memperlihatkan bahwa mereka membaca pasar Indonesia dengan cukup cermat, termasuk soal kebutuhan konsumen yang belum sepenuhnya beralih ke mobil listrik murni.
Komitmen Lokal Jadi Kunci Persaingan
Di balik deretan mobil baru, pesan yang paling ditekankan para produsen adalah komitmen terhadap Indonesia. Xpeng, misalnya, meski baru beroperasi selama lima bulan di Tanah Air, sudah menyerahkan mobil rakitan lokal kepada konsumen di GIIAS 2025. Langkah itu sekaligus menjadi sinyal bahwa ekspansi mereka tidak berhenti di peluncuran produk, tetapi juga menyasar perakitan lokal dan penguatan layanan purnajual.
Rencana perluasan jaringan layanan menjadi bagian penting dari persaingan yang kini tak lagi hanya soal desain atau teknologi. Bagi merek-merek China, kehadiran di GIIAS 2025 adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar ikut meramaikan pasar, melainkan benar-benar menyiapkan pijakan jangka panjang di Indonesia.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

