Prabowo Dorong Efisiensi untuk APBN Tidak Defisit

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menyuarakan tekadnya untuk membawa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menuju kondisi tanpa defisit. Dalam pidatonya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (15/8), Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah mengalokasikan belanja negara sebesar Rp 3.786,5 triliun dengan target pendapatan negara mencapai Rp 3.147,7 triliun. Defisit anggaran direncanakan sebesar Rp 638,8 triliun atau 2,48% dari Produk Domestik Bruto (PDB), dengan pendanaan yang pruden, inovatif, dan berkelanjutan.

Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan efisiensi guna meminimalkan defisit APBN. Ia berharap suatu saat dapat menyampaikan bahwa APBN berhasil mencapai kondisi tanpa defisit. Presiden juga menekankan pentingnya keberanian dan tekad dalam menghilangkan kebocoran anggaran, serta meminta dukungan dari seluruh kekuatan politik di Indonesia.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah akan mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif secara luas agar pembangunan tidak hanya mengandalkan APBN. Ia menekankan bahwa APBN harus dirancang secara fleksibel untuk merespons guncangan global, serta dijaga agar tetap sehat dan kredibel melalui optimalisasi pendapatan, peningkatan kualitas belanja, dan inovasi dalam pembiayaan.

Prabowo juga menyoroti peningkatan penerimaan perpajakan sambil melindungi iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha. Insentif fiskal juga akan tetap diberikan untuk mendukung aktivitas ekonomi strategis. Ia menyatakan komitmen dalam pengelolaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat, serta mengelola aset negara secara efisien dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dengan demikian, Prabowo menegaskan komitmennya dalam mengarahkan APBN menuju kondisi tanpa defisit dengan pembiayaan yang kreatif dan inovatif, serta mendapatkan dukungan penuh dari seluruh kekuatan politik di Indonesia.

Source link

Hot Topics

Related Articles