BPBD Natuna Selamatkan Warga dengan Tebang Pohon Berusia Ratusan Tahun

Ancaman yang tampak sepele di sekitar rumah ternyata bisa berubah jadi risiko serius. Itulah yang mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, turun tangan menebang sebuah pohon pauh tua berusia sekitar 150 tahun di Desa Tanjung. Pohon besar itu berdiri sangat dekat dengan rumah warga, hanya sekitar satu meter, sehingga memunculkan kekhawatiran akan keselamatan penghuni rumah.

Permintaan Warga Jadi Dasar Penanganan

Penebangan dilakukan pada Ahad pagi di Kecamatan Bunguran Timur Laut setelah warga menyampaikan keresahan mereka kepada petugas. Meski laporan soal pohon tersebut sudah diterima lebih awal, penanganan tidak bisa langsung dilakukan. BPBD Natuna mengakui ada kendala keterbatasan peralatan dan personel, sehingga proses baru bisa dijalankan ketika kesiapan lapangan memungkinkan.

Dipotong Bertahap Demi Keamanan

Dalam operasi itu, BPBD Natuna mengerahkan 11 personel, termasuk Kepala Pelaksana. Sejumlah peralatan juga dibawa ke lokasi, mulai dari mobil rescue, chainsaw, tali, parang, hingga tangga. Proses penebangan dilakukan dengan hati-hati. Tim terlebih dahulu memanjat pohon untuk memangkas dahan dari bagian atas sebelum menumbangkan batang utamanya ke arah yang dianggap aman. Langkah ini diambil agar tidak menimbulkan bahaya tambahan bagi warga maupun petugas yang berada di sekitar lokasi.

Mitigasi untuk Cegah Risiko di Permukiman

BPBD Natuna menegaskan bahwa keselamatan personel dan masyarakat menjadi prioritas utama selama pekerjaan berlangsung. Karena itu, warga juga diminta lebih aktif melaporkan pohon-pohon tua atau rapuh yang berpotensi tumbang di sekitar permukiman. Menurut BPBD, langkah seperti ini penting sebagai bagian dari mitigasi bencana, bukan hanya untuk melindungi jiwa, tetapi juga mencegah kerugian materi yang bisa muncul bila pohon tumbang menimpa rumah atau fasilitas warga.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles