PM Malaysia Bertolak ke Qatar untuk Hadiri KTT Darurat Arab-Islam

PM Malaysia Bertolak ke Qatar untuk Hadiri KTT Darurat Arab-Islam

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim terbang ke Doha, Qatar, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Darurat Arab-Islam yang digelar menyusul serangan Israel terhadap negara itu. Keberangkatan Anwar menegaskan bahwa isu yang dibahas bukan lagi semata konflik di Gaza, melainkan juga menyangkut kedaulatan dan keamanan kawasan Arab-Islam secara lebih luas.

Malaysia Soroti Ancaman yang Meluas

Dalam pernyataannya, Anwar menilai serangan Israel menunjukkan bahwa tindakan ekstrem Tel Aviv tidak lagi berhenti pada penindasan terhadap rakyat Palestina. Menurut dia, langkah tersebut sudah merambah ke ancaman terhadap negara-negara Arab dan Islam. Ia menyebut situasi ini sebagai bukti bahwa kekerasan Israel telah melewati batas yang semakin sulit diterima.

Anwar juga menegaskan solidaritas Malaysia terhadap Qatar dan Palestina. Ia mengecam tindakan Israel dan menyerukan agar dunia Arab-Islam bersama komunitas internasional tidak tinggal diam. Bagi Malaysia, kata dia, yang dibutuhkan saat ini adalah sikap kolektif untuk membela martabat, menghentikan terorisme, dan memastikan keamanan yang berlaku bagi semua pihak.

Dukungan untuk Palestina Tetap Jadi Sikap Konsisten

Pemerintah Malaysia kembali menegaskan bahwa mereka akan terus berdiri bersama rakyat Palestina yang tertindas. Sikap itu sejalan dengan posisi Kuala Lumpur yang selama ini lantang menyuarakan kecaman terhadap kekerasan Israel. Dalam konteks serangan di Qatar, Malaysia memandang peristiwa tersebut sebagai perkembangan serius yang bisa membuka babak baru dalam konflik Gaza.

Artikel ini diantar oleh Rangga Pandu Asmara Jingga dan diedit oleh Primayanti. Copyright © ANTARA 2025. Situs web ini melarang keras pengambilan konten tanpa izin tertulis.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles