Menurut Dewan Pengurus Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI), sektor pertahanan menjadi salah satu fokus utama selama setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Mereka menilai arah kebijakan pertahanan nasional saat ini lebih terarah, modern, dan mendorong semangat sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta. Pemerintah tidak hanya berupaya memperbarui alutsista, tetapi juga membangun sistem pertahanan yang komprehensif. Presiden Prabowo berhasil menciptakan postur pertahanan yang tidak hanya kuat secara militer, tetapi juga mendorong kesadaran tanggung jawab bersama di antara masyarakat.
Stabilitas politik dan ekonomi yang terjaga selama setahun pemerintahan Prabowo dipandang sebagai hasil dari peran penting pertahanan negara yang solid. Sinergi antara TNI, Polri, dan intelijen telah menciptakan situasi kondusif yang mendukung keamanan dan produktivitas dalam pembangunan. Pembangunan pertahanan yang tangguh menjadi jaminan stabilitas politik dan ekonomi, memungkinkan rakyat untuk beraktivitas dengan aman.
Langkah pemerintah membentuk Dewan Pertahanan Nasional (DPN) dipuji sebagai terobosan signifikan dalam merumuskan kebijakan pertahanan lintas lembaga. Keterlibatan masyarakat sipil dalam Dewan tersebut dianggap penting untuk memastikan konsep pertahanan semesta benar-benar inklusif dan bermuara dari masyarakat.
Dalam konteks pembangunan nasional, pembentukan 100 Batalyon Teritorial Pembangunan dan 20 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan dianggap sebagai inovasi besar yang menghubungkan fungsi pertahanan dengan pembangunan daerah. Modernisasi alutsista dan penguatan industri pertahanan nasional dengan kerja sama teknologi luar negeri dipandang sebagai strategi yang tepat untuk memperkuat kemandirian pertahanan bangsa.
Pemerintah juga telah menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan prajurit dan penguatan sistem pertahanan siber, menandakan adaptabilitas yang semakin baik terhadap tantangan zaman. Perlindungan data, kemandirian teknologi, dan kesadaran bela negara di kalangan masyarakat menjadi aspek penting dalam menjaga pertahanan negara. Sebagai bagian dari komponen pertahanan bangsa, DPN IARMI siap untuk berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan dalam memperkuat pendidikan bela negara dan karakter kebangsaan di kalangan generasi muda. Tujuannya adalah untuk memperkuat semangat pertahanan serta membangun citra Indonesia yang kuat dan disegani di mata internasional.

