Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah pengungsi korban banjir bandang di tiga provinsi di Pulau Sumatra, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus mengalami penurunan. Jumlah pengungsi per Sabtu tercatat sebanyak 510.528 orang, yang menurun sebanyak 16.340 orang dari hari sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh sebagian pengungsi yang telah kembali ke rumah masing-masing atau mengungsi ke rumah kerabat.
Dari jumlah tersebut, pengungsi terbanyak berada di Provinsi Aceh dengan 483.691 jiwa, yang menurun 14.491 jiwa dari hari sebelumnya. Titik pengungsian tersebar di 12 kabupaten kota di Provinsi Aceh. Di Provinsi Sumatera Utara, terdapat 17.759 jiwa pengungsi yang mengalami penurunan sebanyak 1.849 jiwa dari sebelumnya. Sedangkan di Provinsi Sumatera Barat, jumlah pengungsi mencapai 9.078 jiwa, tetap sama dengan hari sebelumnya.
Selain itu, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir juga terus bertambah. Hingga Sabtu, tercatat 1.090 jiwa meninggal dunia, dengan penambahan 19 jiwa dari hari sebelumnya. Proses pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan, terutama di daerah-daerah yang terdampak parah seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Distribusi logistik bantuan kebencanaan juga terus dilakukan untuk membantu para korban bencana.
Data terbaru juga menunjukkan bahwa jumlah orang hilang akibat bencana masih cukup tinggi. Abdul Muhari dari BNPB mengungkapkan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih aktif, dengan fokus utama di daerah-daerah yang membutuhkan bantuan segera. Semua pihak berupaya keras dalam penanganan bencana ini, termasuk pemerintah dan relawan di lapangan.

