Jasa Marga Berhenti Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek

Arus kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek kembali bergerak normal setelah PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menghentikan rekayasa lalu lintas contraflow di KM 55 sampai KM 65 arah Cikampek. Langkah ini diambil pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB, menyusul kepadatan yang mulai terurai dan kondisi lalu lintas yang dinilai sudah kembali stabil.

Contraflow Dihentikan Setelah Kepadatan Mereda

VP Corporate Secretary dan Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan penghentian contraflow dilakukan berdasarkan pemantauan petugas kepolisian di lapangan. Setelah situasi dinilai aman untuk kembali ke pola normal, rekayasa lalu lintas itu pun ditutup. Dengan begitu, arus kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek kini kembali berjalan biasa di kedua arah.

Pengguna Jalan Diminta Tetap Waspada

Meski kondisi lalu lintas sudah normal, PT JTT tetap mengingatkan para pengguna jalan tol Trans Jawa untuk tidak lengah. Pengendara diminta menyiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi diri dan kendaraan dalam keadaan prima, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas. Imbauan ini kembali ditekankan agar perjalanan tetap aman, terutama di tengah mobilitas yang biasanya meningkat menjelang masa libur.

Lonjakan Kendaraan Jelang Natal

Di sisi lain, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyampaikan adanya peningkatan arus lalu lintas pada H-1 libur Natal 2025. Pada Rabu pagi hingga Kamis pagi, jumlah kendaraan yang mengarah ke Trans Jawa dan Bandung tercatat meningkat di Gerbang Tol Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama. Lonjakan ini menunjukkan tingginya pergerakan masyarakat dari Jabotabek untuk merayakan Natal bersama keluarga atau bepergian ke luar kota.

Situasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pengaturan perjalanan yang matang di tengah padatnya arus libur akhir tahun. Dengan lalu lintas yang sempat diatur melalui contraflow lalu kembali normal, pengendara diharapkan tetap menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan perjalanan saat kondisi tubuh maupun kendaraan tidak siap.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles