Pekerjaan restorasi Kuil Phnom Bakheng bagian barat di Taman Arkeologi Angkor yang terkenal di Kamboja sedang berlangsung. Terletak di Provinsi Siem Reap, Kamboja barat laut, taman arkeologi ini merupakan rumah bagi 91 kuil kuno yang dibangun sejak abad kesembilan hingga abad ke-13. Taman ini masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1992 dan merupakan tujuan wisata paling populer di Asia Tenggara.
Pengerjaan restorasi Kuil Phnom Bakheng adalah hasil kolaborasi antara World Monuments Fund (WMF) dan Autoritas Nasional APSARA (ANA) dan sudah berlangsung sejak Agustus 2019 dengan jadwal penyelesaian pada tahun 2029. Proyek ini telah mencapai fase ketiga, setelah WMF terlibat sejak tahun 2004.
Proses restorasi telah mengalami dua fase sebelumnya yang mencakup studi, percontohan, sisi timur, penggalian arkeologi, konservasi, dan restorasi bagian tengah tangga utara dan selatan. Sejauh ini, sekitar 75 persen dari keseluruhan restorasi Kuil Phnom Bakheng sudah selesai, di mana 25 persen di antaranya adalah bagian barat yang mengalami kerusakan.
Selain melakukan perbaikan langsung terhadap kerusakan, tim teknis juga telah memperkuat batu yang retak dan rusak menggunakan berbagai metode teknis agar struktur kuil tetap stabil. Kuil Phnom Bakheng, dibangun pada akhir abad kesembilan dan awal abad ke-10 pada masa pemerintahan Raja Yasovarman I, menjadi daya tarik utama di Taman Arkeologi Angkor seluas 401 km persegi. Setiap hari, ratusan pengunjung datang untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dan panorama kawasan Angkor yang indah.

