Progres Pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota MRT Jakarta
PT Hutama Karya (Persero) mengumumkan bahwa progres pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota MRT Jakarta telah mencapai 82 persen. Hal ini disampaikan oleh Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, yang menyatakan bahwa progres pekerjaan stasiun tersebut telah mencapai angka signifikan dengan target penyelesaian pada semester I 2027.
Pada Rabu (28/1), progres pembangunan mencapai 82 persen dengan berbagai pekerjaan yang sedang dilakukan, seperti struktur entrance, pekerjaan arsitek dan mechanical, electrical, plumbing (mep) stasiun. Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota MRT Jakarta diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mobilitas warga dan penataan transportasi publik perkotaan.
Pembangunan stasiun ini merupakan bagian dari pengembangan MRT Jakarta Fase 2A dengan panjang koridor sekitar 1,33 km yang menghubungkan Stasiun MRT Mangga Besar dan Stasiun MRT Jakarta Kota. Pembangunan di pusat kota bertujuan untuk memperkuat integrasi antarmoda serta meningkatkan kenyamanan perpindahan moda dengan penataan akses pejalan kaki, koneksi menuju layanan transportasi lain di sekitar kawasan, dan peningkatan kualitas ruang publik.
Proyek ini melibatkan kolaborasi lintas pihak antara Hutama Karya, Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC) dari Jepang, dan PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai penyelenggara proyek. Keberadaan stasiun bukan hanya berarti bangunan baru, tetapi juga memberikan ruang bagi warga untuk bergerak lebih efisien dan memberikan dukungan yang kuat pada pergerakan menuju destinasi wisata, pusat kuliner, dan area perdagangan tanpa meningkatkan kemacetan.
Integrasi antarmoda menjadi fokus utama untuk meningkatkan pengalaman berpindah moda yang lancar dan aman. Oleh karena itu, perancangan stasiun bawah tanah dilakukan dengan perspektif pengguna agar perpindahan dari satu moda ke moda lain dapat berjalan mulus terutama pada jam-jam sibuk. Dengan begitu, integrasi antarmoda diharapkan dapat mendukung pertumbuhan kawasan serta mobilitas warga di sekitar pusat kota Jakarta.

