Operator SPBU di Jakarta Timur Mengaku Dikejar dan Diancam Dibunuh Oknum Aparat
Insiden menegangkan dialami seorang operator SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, saat bertugas pada Sabtu malam. Lukman Hakim (19), operator SPBU 3413901, mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari seorang pria yang disebut sebagai oknum aparat setelah terjadi cekcok di area pengisian bahan bakar.
Awal Perselisihan di Area Pengisian BBM
Menurut Lukman, peristiwa itu bermula ketika sebuah mobil datang untuk mengisi BBM sekitar pukul 22.00 WIB. Saat dicek, terdapat ketidaksesuaian antara barcode dan jenis kendaraan yang digunakan. Teguran dari petugas justru memicu kemarahan pengemudi. Pelaku disebut tidak terima, lalu bereaksi kasar di lokasi dan sempat menantang para petugas SPBU.
Situasi yang awalnya hanya berupa teguran operasional berubah menjadi adu mulut yang membuat suasana SPBU tegang. Lukman menyebut pelaku kemudian bersikap agresif terhadap staf yang sedang bertugas, sehingga para pekerja lain ikut waspada dan berupaya menjaga keamanan di area tersebut.
Lukman Kabur ke Belakang SPBU
Merasa terancam, Lukman memilih menyelamatkan diri dengan berlari ke bagian belakang SPBU. Ia mengatakan sempat dikejar dan menerima ancaman pembunuhan dari pelaku. Setelah situasi mereda, warga sekitar menyarankan agar ia segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Meski pelaku kemudian pergi dan tidak kembali mengejar, rasa takut masih menyisakan tekanan bagi korban. Kejadian ini juga membuat para pekerja SPBU lain khawatir karena insiden terjadi di tengah jam operasional dan melibatkan dugaan tindakan kekerasan dari seseorang yang disebut sebagai aparat.
Laporan Sudah Masuk ke Polisi
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polsek Pulogadung. Aparat kepolisian disebut tengah memproses laporan itu, sementara Propam Polda Metro Jaya juga ikut menangani untuk menelusuri dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peristiwa tersebut.
Lukman dan para korban berharap kasus ini tidak berhenti pada laporan semata. Mereka ingin ada tindak lanjut yang jelas agar pekerja SPBU bisa kembali bekerja tanpa rasa takut, terlebih dalam situasi yang semestinya hanya berkaitan dengan pelayanan pengisian BBM, bukan ancaman dan kekerasan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

