Pemerintah menargetkan penyelesaian perbaikan Jalan Lembah Anai yang rusak akibat banjir bandang pada akhir November 2025 menjadi prioritas utama. BPJN Sumatera Barat telah menetapkan target untuk menyelesaikan perbaikan jalan secara keseluruhan pada bulan Juli 2026, sesuai dengan instruksi dari Menteri Pekerjaan Umum dan Direktorat Jenderal Bina Marga. Proyek perbaikan ini melibatkan konstruksi bore pile di seluruh titik terdampak, dengan penyesuaian dimensi bore pile sesuai kebutuhan.
Meskipun progres pekerjaan saat ini mencapai 44 persen, pihak BPJN Sumbar mengkonfirmasi bahwa pekerjaan struktur bore pile telah mencapai 77 persen. Perubahan dimensi bore pile dilakukan untuk mengantisipasi proteksi terhadap aliran sungai di lokasi tersebut. Selain itu, penambahan di bagian bahu jalan juga dilakukan tanpa merubah lebar ruas jalan asli.
Balai Teknik Perkeretaapian dipastikan tidak akan melakukan pembongkaran lintasan kereta api di sekitar lokasi terdampak bencana. Hal ini telah dipastikan oleh Kementerian Kebudayaan. Dengan kerja keras dan perubahan strategi konstruksi, diharapkan perbaikan jalan ini dapat diselesaikan sesuai target, untuk memastikan aksesibilitas dan keselamatan pengguna jalan.

