Eskalasi konflik militer antara Iran dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel menjadi perhatian serius karena berpotensi menekan ekonomi global dan langsung mengenai kelas pekerja di Indonesia. Diskusi daring bertajuk “Strategi Ekonomi Politik Kelas Pekerja Menghadapi Eskalasi Geopolitik” yang diadakan oleh Partai Buruh melalui forum Imajinesia#11 membahas dampak dari konflik ini.
Menurut Ekonom Dipo Satria Ramli, konflik geopolitik tersebut telah menyebabkan kenaikan biaya energi dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Hal ini dapat meningkatkan biaya produksi nasional dan berisiko mengakibatkan PHK. Situasi tersebut juga berpotensi memperluas jumlah pekerja informal dan menurunkan daya beli masyarakat.
Dipo mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pengalihan sebagian anggaran untuk memperkuat subsidi energi sebagai langkah kebijakan untuk melindungi masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. Sementara Hizkia Yosie Polimpung dari Partai Buruh menyoroti konflik geopolitik yang dipimpin Amerika Serikat dalam upaya mempertahankan kepercayaan global terhadap dolar.
Anindya Sabrina dari Partai Buruh menekankan pentingnya sikap politik kelas pekerja dalam menghadapi dinamika geopolitik global. Dia menyuarakan perlunya deeskalasi konflik dan penyelesaian sengketa internasional melalui jalur diplomasi. Anin juga menyarankan langkah-langkah perlindungan sosial di APBN, pemberian subsidi strategis, penguatan koperasi dan UMKM, serta pembentukan dana solidaritas bagi pekerja yang terkena PHK.
Dengan demikian, sebagai kelas pekerja, penting untuk membangun resiliensi ekonomi di komunitas masing-masing agar lebih tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global. Melalui langkah-langkah ini diharapkan bisa memberikan perlindungan dan dukungan bagi kelas pekerja di Indonesia.

