Di tengah derasnya arus informasi yang kerap simpang siur, imunisasi kembali ditegaskan sebagai salah satu langkah paling efisien untuk melindungi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, menilai imunisasi bukan sekadar prosedur medis rutin, melainkan bentuk investasi kesehatan yang dampaknya baru benar-benar terasa di masa depan.
Imunisasi Bukan Sekadar Mencegah Penyakit Menular
Dante menjelaskan, perkembangan imunisasi saat ini jauh lebih modern dibanding sebelumnya. Fungsinya tidak hanya berkaitan dengan pencegahan penyakit menular, tetapi juga mulai diarahkan untuk membantu mencegah penyakit tidak menular. Karena itu, imunisasi perlu dipahami sebagai bagian penting dari strategi kesehatan nasional, bukan sebagai layanan tambahan yang bisa diabaikan.
Namun, tantangan terbesar bukan lagi soal jarak layanan kesehatan. Pemerintah justru menghadapi infodemi dan disrupsi informasi yang membuat masyarakat mudah ragu. Di tengah banjir kabar yang tidak selalu benar, persepsi publik terhadap imunisasi sering kali menjadi kabur. Dante berharap media dapat membantu menyampaikan informasi yang tepat agar masyarakat lebih percaya dan mau berpartisipasi dalam program imunisasi.
Lebih dari Dua Juta Anak Belum Lengkap Imunisasi
Masalah lain yang masih menjadi perhatian adalah masih adanya lebih dari dua juta anak di Indonesia yang belum menerima imunisasi lengkap. Padahal, akses layanan kesehatan kini sudah semakin dekat dengan masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan semata-mata ketersediaan layanan, melainkan keraguan, stigma, dan mitos yang masih hidup di tengah masyarakat.
Dante menyebut kasus penyakit yang sebenarnya bisa dicegah, termasuk campak, masih terus ditemukan. Di sejumlah wilayah pedalaman, imunisasi bahkan masih dianggap tabu atau berbahaya. Padahal, pendekatan layanan kesehatan sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Vaksin Sudah Lewat Uji Klinis Ketat
Menanggapi kekhawatiran yang masih beredar, Wamenkes menegaskan bahwa seluruh vaksin yang didistribusikan pemerintah telah melalui uji klinis yang ketat. Karena itu, masyarakat tidak perlu terjebak pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026 pun diharapkan bisa menjadi ruang bersama untuk memperkuat edukasi berbasis sains dan mendorong lebih banyak keluarga ikut dalam program imunisasi.
Dengan pemahaman yang benar, imunisasi diharapkan mampu melahirkan generasi Indonesia yang lebih sehat, lebih kuat, dan terlindungi dari penyakit yang seharusnya bisa dicegah sejak dini.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

