Mahasiswa Pendidikan Tinggi Global Meningkat Lebih dari Dua Kali Lipat dalam Dua Dekade Terakhir
Paris (ANTARA) – Lembaga Pendidikan Tinggi di seluruh dunia mencatat peningkatan jumlah mahasiswa yang terdaftar lebih dari dua kali lipat selama dua dekade terakhir. Meskipun demikian, terdapat ketimpangan yang signifikan dalam aspek geografis dan gender, seperti yang terungkap dalam Laporan Tren Pendidikan Tinggi Global pertama dari UNESCO yang dirilis pada Selasa (12/5).
Laporan tersebut merujuk pada data baru dari 146 negara dan menunjukkan bahwa jumlah pendaftaran pendidikan tinggi global meningkat dari sekitar 100 juta pada tahun 2000 menjadi 269 juta pada tahun 2024.
Ketimpangan Regional yang Tajam
Secara regional, terdapat ketimpangan yang mencolok. Di Eropa Barat dan Amerika Utara, 80 persen anak muda terdaftar dalam pendidikan tinggi, sementara di Afrika sub-Sahara hanya 9 persen yang memiliki akses yang sama. Hanya 3 persen mahasiswa di seluruh dunia yang menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.
Kurangnya Representasi Perempuan
Laporan juga mengungkapkan bahwa perempuan masih kurang terwakili, terutama pada tingkat doktoral, dan hanya menduduki sekitar seperempat dari posisi kepemimpinan di lingkungan akademis.
Salah satu hambatan utama bagi para pengungsi dalam mengakses pendidikan tinggi adalah ketiadaan dokumen lengkap dan terverifikasi untuk membuktikan kualifikasi, terutama di negara-negara Global South.
UNESCO telah memperkenalkan Paspor Kualifikasi, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk membantu mengakui kualifikasi akademik, profesional, dan vokasional bagi para pengungsi dan orang-orang yang terpaksa mengungsi.
Penulis: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

