Menteri Pigai: Pers Membangun Peradaban HAM

Menteri Pigai: Peran Penting Pers dalam Pembangunan Hak Asasi Manusia

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menekankan pentingnya peran media dalam pembangunan hak asasi manusia di Indonesia, bukan hanya sebagai pilar demokrasi, tetapi juga sebagai pilar pembangunan peradaban HAM.

Data Pengaduan Kasus Pelanggaran HAM

Pada kegiatan Kelas Jurnalis HAM bertajuk Media Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM, Pigai mengungkapkan data pengaduan masyarakat ke Komnas HAM sepanjang 2025, mencapai 2.796 kasus dugaan pelanggaran HAM. Polri menjadi institusi dengan jumlah pengaduan terbanyak yaitu 752 laporan, diikuti oleh korporasi/perusahaan, pemerintah pusat dan daerah, serta individu/perseorangan.

Berdasarkan klasifikasi hak, pengaduan terbanyak terkait hak atas kesejahteraan dan hak atas keadilan. Pigai juga menyoroti kondisi sosial nasional, seperti jumlah penduduk miskin yang turun menjadi 23,36 juta orang per September 2025, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia.

Komitmen Kementerian HAM dan Media

Dalam wawancara usai acara, Pigai menegaskan komitmen Kementerian HAM untuk membangun kerja sama strategis dengan media dan insan pers guna memperkuat demokrasi serta perlindungan HAM. Media diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah, serta menyuarakan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

Pigai menilai media memiliki kontribusi besar dalam pembangunan bangsa melalui kritik, dukungan, dan penyampaian informasi. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kebebasan pers dari tekanan kekuasaan, karena pers merupakan cahaya yang menerangi masyarakat melalui penyebaran informasi dan pengetahuan.

Source link

Hot Topics

Related Articles