Seskab Teddy Jawab Kritik Dino Patti Djalal tentang Lawatan Luar Negeri Prabowo

Seskab Teddy Indra Wijaya Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal

JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan tanggapan terhadap kritik yang disampaikan oleh diplomat senior Dino Patti Djalal mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto selama satu setengah tahun terakhir masa pemerintahannya.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Teddy mengapresiasi masukan yang diberikan oleh Dino. Namun, ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan perlu dipertimbangkan secara menyeluruh dengan memperhatikan hasil diplomasi yang telah dicapai oleh pemerintah.

Biaya Perjalanan Luar Negeri dan Jumlah Rombongan

Salah satu isu yang menjadi sorotan terkait anggaran perjalanan luar negeri Presiden. Teddy menegaskan bahwa semua biaya yang melebihi alokasi negara akan ditanggung secara pribadi oleh Presiden Prabowo. Selain itu, ia juga mencatat bahwa jumlah anggota rombongan dalam setiap kunjungan luar negeri telah ditekan secara signifikan dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.

“Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,” ujar Teddy.

Dampak Diplomasi Luar Negeri

Teddy menegaskan bahwa tidak semua agenda kunjungan luar negeri dapat direncanakan jauh-jauh hari karena dinamika geopolitik global yang berkembang dengan cepat. Presiden perlu membangun hubungan personal yang kuat dengan para pemimpin negara sahabat untuk menjaga kepentingan nasional Indonesia di berbagai sektor.

Di samping itu, ia menekankan bahwa diplomasi aktif yang dijalankan oleh Presiden Prabowo telah menghasilkan berbagai capaian strategis bagi Indonesia, seperti bergabungnya Indonesia ke kelompok ekonomi BRICS, tercapainya kesepakatan tarif nol persen dengan Uni Eropa, hingga tambahan investasi yang signifikan setelah kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan.

Masih banyak hasil positif lainnya yang didapat melalui diplomasi luar negeri yang dijalankan oleh pemerintahan saat ini. Teddy menekankan bahwa pemerintah selalu terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak, namun penilaian terhadap kebijakan diplomasi luar negeri harus mempertimbangkan dampak nyata yang telah dicapai.

Source link

Hot Topics

Related Articles