Habiburokhman Balas Kritik Dino Patti Djalal
JAKARTA – Kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terhadap intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto memicu respons keras dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman. Politikus Gerindra tersebut menilai bahwa pernyataan Dino tidak perlu membandingkan kinerja pemerintahan saat ini dengan periode sebelumnya, karena hal tersebut dapat memunculkan penilaian balik terhadap capaian diplomasi pada masa Dino aktif di Kementerian Luar Negeri.
Habiburokhman menegaskan bahwa di tengah kondisi geopolitik global yang semakin dinamis, Presiden Prabowo dituntut untuk aktif membangun komunikasi dan hubungan langsung dengan para pemimpin dunia. Diplomasi tingkat tinggi dianggap sebagai instrumen penting dalam memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia.
Respons Habiburokhman terhadap Kritik Dino
Habiburokhman menyarankan bahwa Presiden Prabowo harus proaktif dalam menerima kunjungan dan mengunjungi pemimpin negara lain. Menurutnya, hal ini sangat penting mengingat dinamika hubungan internasional yang terus berkembang.
Perdebatan mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo menjadi sorotan publik belakangan ini. Meskipun beberapa pihak merasa bahwa aktivitas diplomasi internasional penting bagi kekuatan Indonesia di kancah global, namun ada juga pandangan yang menekankan perlunya pemerintah fokus pada masalah domestik yang dihadapi masyarakat.
Pemerintah sendiri menjelaskan bahwa setiap kunjungan luar negeri Presiden dilakukan dalam rangka menjalankan agenda kenegaraan, memperkuat kerja sama strategis, serta mengamankan kepentingan nasional Indonesia di berbagai sektor.
Hingga kini, perdebatan mengenai intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo masih terus berlangsung, dan pendapat publik terbagi antara mendukung dan mengkritik kegiatan tersebut.

