HUT ke-544 Kota Bogor: Dedie Ajak Warga Ikut Tritangtu






Wali Kota Bogor Dukung Identitas <a href="https://tribunmerdeka.net/2026/07/01/generasi-muda-masa-depan-warisan-budaya-indonesia/">Budaya</a> Melalui Filosofi Tritangtu

Wali Kota Bogor Dukung Identitas Budaya Melalui Filosofi Tritangtu

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengambil langkah untuk memperkuat identitas budaya masyarakat dengan menggali filosofi Tritangtu dari naskah kuno Sang Hyang Siksa Kandang Karesian dalam perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Menurut Dedie, Tritangtu yang terdiri dari tiga pilar yaitu Prabu, Rama, dan Resi, merupakan pedoman hidup yang patut dijadikan pegangan oleh seluruh warga Bogor, baik dulu maupun sekarang.

Menjaga Kearifan Lokal Melalui Tritangtu

Dalam upaya mempertahankan kearifan lokal, Wali Kota Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk terus memahami dan menerapkan nilai-nilai Tritangtu dalam kehidupan sehari-hari. Tritangtu tidak hanya sebagai warisan budaya masa lalu, namun juga sebagai sumber inspirasi dan kearifan bagi generasi saat ini.

Identitas budaya merupakan bagian yang tak ternilai dari suatu kota, dan melalui pengenalan Tritangtu kepada masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal semakin meningkat. Dengan memperkuat identitas budaya, diharapkan masyarakat Bogor dapat lebih mencintai dan membanggakan warisan nenek moyang mereka.

Pedoman Hidup dan Pewarisan Nilai-nilai Luhur

Tritangtu sebagai pedoman hidup memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral masyarakat. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya menjadi landasan kuat bagi warga Bogor dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Wali Kota Bogor pun berharap, dengan memegang teguh Tritangtu, masyarakat dapat mewariskan nilai-nilai positif tersebut kepada generasi selanjutnya.

Dengan menggali filosofi dari naskah kuno, Wali Kota Bogor tidak hanya merayakan Hari Jadi Bogor secara simbolis, namun juga menegaskan komitmen untuk melestarikan dan mengembangkan identitas budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keberadaan masyarakat Bogor.

Source link

Hot Topics

Related Articles