Zulhas: Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik Menjadi 120 pada 2026
Lombok Tengah, NTB (ANTARA) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan bahwa pemerintah bertujuan untuk meningkatkan nilai tukar petani (NTN) nelayan menjadi 120 pada tahun 2026 dari sebelumnya 103. Hal ini disampaikan Zulhas saat mengunjungi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Dusun Kelongkong, Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.
Situasi Nelayan yang Kurang Menguntungkan
Menurut Zulhas, nelayan sering kali menghadapi kondisi ekonomi yang sulit, terlebih di daerah NTB. Perbedaan nilai tukar antara nelayan dan petani atau peternak cukup jauh, dengan nelayan seringkali berada dalam kondisi lebih sulit. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah fokus membangun kawasan KNMP dengan berbagai fasilitas penunjang yang terintegrasi.
Zulhas menjelaskan bahwa dengan adanya fasilitas seperti shelter coldbox, pabrik es portabel, gudang beku, kios pemasaran ikan, hingga SPBU khusus nelayan, diharapkan nelayan dapat memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik dan menekan biaya operasional. Dengan demikian, diharapkan nelayan dapat memperbaiki kondisi ekonominya.
Mendorong Peningkatan Kesejahteraan Nelayan
Zulhas juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini fokus pada program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor pangan. Setelah sektor pertanian, kini perhatian diarahkan kepada nelayan. Dengan berbagai program yang digulirkan, diharapkan kesejahteraan nelayan dapat terdongkrak.
Dalam kunjungannya, Zulhas didampingi oleh sejumlah pejabat seperti Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Gubernur NTB, anggota Komisi IX DPR RI, dan Bupati Lombok Tengah. Mereka turut membahas upaya-upaya untuk meningkatkan kondisi nelayan di Indonesia.

