Pemkot Tangsel Uruk Sampah TPA Cipeucang Cegah Kebakaran

Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperketat pengamanan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Banten, untuk menekan risiko kebakaran lahan dan longsor. Timbunan sampah di kawasan tersebut ditutup melalui pengurukan, disertai penjagaan selama 24 jam guna mencegah aktivitas pembakaran oleh masyarakat.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, pengurukan telah dilakukan di sekitar 70 persen area TPA Cipeucang. Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah kota mengurangi potensi bahaya yang dapat muncul dari timbunan sampah.

Pengawasan sepanjang hari juga diterapkan agar tidak ada kegiatan masyarakat di sekitar kawasan yang berisiko memicu kebakaran. “Jangan sampai ada aktivitas masyarakat di sekitar lingkungan Cipeucang, terutama pembakaran sampah,” kata Pilar dalam keterangannya di Tangerang, Minggu.

Pengamanan TPA melibatkan lintas instansi

Selain pengurukan dan penjagaan, Pemkot Tangerang Selatan memastikan koordinasi lintas instansi terus berjalan. Langkah pencegahan tersebut diarahkan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan warga sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat yang berada di sekitar kawasan TPA.

Pencegahan kebakaran menjadi salah satu perhatian dalam pengelolaan Cipeucang. Karena itu, pemerintah kota tidak hanya menutup timbunan sampah, tetapi juga membatasi aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Pada saat yang sama, pengurukan dilakukan untuk mengurangi risiko longsor di area pembuangan akhir tersebut.

Distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan

Di tengah pengamanan TPA Cipeucang, Pemkot Tangerang Selatan juga melanjutkan penanganan kekeringan dengan menyalurkan air bersih kepada masyarakat terdampak. Hingga 8 September 2026, volume air yang telah didistribusikan mencapai 943.950 liter.

Menurut Pilar, bantuan tersebut ditujukan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar warga selama kondisi kekeringan berlangsung. “Penyaluran tersebut dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan,” ujarnya.

Distribusi air bersih menjadi bagian dari sejumlah langkah penanganan yang dilakukan pemerintah kota pada saat bersamaan. Selain menghadapi kekeringan dan mengantisipasi gangguan di TPA Cipeucang, pemerintah daerah juga menangani dampak abu vulkanik di wilayah Tangerang Selatan.

Penyemprotan jalan dan pembagian masker

Untuk mengurangi dampak debu, Pemkot Tangerang Selatan telah menyemprot sejumlah ruas jalan sebagai bagian dari upaya penekanan debu atau dust suppression. Masker juga dibagikan melalui Dinas Kesehatan dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan posyandu, serta melalui kegiatan Ngider Sehat.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan turut menyalurkan ribuan masker kepada masyarakat di tujuh kecamatan. Pembagian tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan bagi warga yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Berdasarkan informasi per 10 September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau telah menurun secara drastis. Pilar berharap penurunan aktivitas itu terus berlanjut sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat mereda.

“Alhamdulillah, aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah turun secara drastis. Mudah-mudahan ke depannya bisa reda,” kata Pilar.

Source link

Hot Topics

Related Articles