Warga Komplek Amy Permai Dua Mendesak Keadilan atas Kerusakan Jalan akibat Proyek Pelebaran Jalan yang Membahayakan

Warga Komplek Amy Permai Dua, Desa Pal 9, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, tengah menghadapi persoalan serius pada akses keluar-masuk permukiman mereka. Jalan yang selama ini menjadi jalur utama warga kini rusak, becek, dan licin setelah aktivitas penimbunan material tanah merah untuk proyek pelebaran jalan utama berlangsung di sekitar kawasan tersebut. Kondisi itu membuat kenyamanan warga berubah menjadi kekhawatiran setiap kali melintas.

Akses Harian Warga Terganggu

Kerusakan jalan bukan hanya menyulitkan pengguna sepeda motor, tetapi juga mengganggu kendaraan roda empat yang melintas. Saat cuaca tidak bersahabat, permukaan jalan semakin sulit dilalui dan berpotensi membahayakan keselamatan. Seorang ibu yang enggan disebutkan namanya mengaku harus mengambil jalur alternatif yang lebih jauh setiap pagi demi mengantar anaknya ke sekolah, karena akses depan komplek dinilai semakin parah.

Warga Minta Perhatian Pemerintah dan Kontraktor

Keluhan warga kini mengarah pada pemerintah provinsi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Mereka menilai pekerjaan di lapangan semestinya tidak mengorbankan akses warga yang setiap hari bergantung pada jalan itu. Harapan utama warga sederhana: ada langkah nyata untuk memperbaiki kondisi jalan dan memastikan keselamatan pengguna akses di Komplek Amy Permai Dua tetap terjaga.

Di tengah berlangsungnya proyek pelebaran jalan, warga berharap penanganan di lapangan tidak sekadar mengejar target pekerjaan, tetapi juga memperhatikan dampak langsung yang mereka rasakan setiap hari. Bagi mereka, jalan yang aman bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan dasar untuk beraktivitas tanpa rasa waswas.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles