Aksi unjuk rasa antiperang digelar di berbagai kota di Amerika Serikat, termasuk New York City dan Washington DC, sebagai bentuk protes terhadap serangan AS terhadap tiga situs nuklir di Iran. Seratus pengunjuk rasa berkumpul di Times Square dengan spanduk bertuliskan “Hentikan Perang terhadap Iran” sebagai bentuk protes terhadap kebijakan AS. Pada saat yang sama, sekelompok orang juga melakukan aksi serupa di depan Gedung Putih. Protes ini tidak hanya terjadi di New York, tetapi juga di lebih dari 15 kota lain di seluruh AS.
Menurut situs ANSWER Coalition, aksi protes tersebut direncanakan sebagai respons terhadap tindakan AS yang dianggap melanggar hukum internasional dan Piagam PBB. Mereka menuntut penghentian serangan terhadap Iran dan kedaulatannya serta meminta lebih banyak alokasi dana untuk kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Protes juga diarahkan pada kebijakan Presiden Trump yang dinilai merugikan masyarakat AS dan mengancam perdamaian dunia.
Sebagai respon terhadap keadaan tersebut, Etan Mabourakh dari National Iranian American Council menekankan pentingnya diplomasi sebagai solusi untuk mengatasi konflik. Selain itu, dia menyoroti risiko konsekuensi negatif akibat keputusan AS tanpa persetujuan Kongres dan mengingatkan bahwa kekerasan tidak akan membawa kebebasan. Situs ANSWER Coalition juga memperkirakan adanya lebih banyak aksi protes di masa mendatang, termasuk unjuk rasa nasional di Washington DC pada tanggal 28 Juni.

